Blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Tuesday, 25 October 2011

Makna Denotasi dan Konotasi dalam puisi Doa

Pembagian kedua jenis makna ini didasarkan ada tidaknya penambahan makna pada makna dasar suatu kata berdasarkan nilai rasa, pikiran, atau tanggapan kita.
Makna denotasi adalah makna yang tidak mengalami perubahan apapun dari makna asalnya.
Makna konotatif adalah makna yang telah mengalami penambahan dari makna asalnya. Ada tidaknya penambahan makna itu dapat diketahui setelah kata itu digunakan dalam kalimat.
Perhatikan contoh penggunaan kata yang terdapat dalam puisi
Doa Karya Chairil Anwar :
KATAMAKNA DENOTASIMAKNA KONOTASI
termanguterdiamkekosongan jiwa
menyebutberucapberzikir
kerlip lilincahaya lilinkesadaran yang tinggal sedikit
hilang bentukmusnah, lenyaphilang kepercayaan diri, bimbang
remukhancurfrustasi
mengetukmemukul sesuatu dengan buku jarimengharapkan pertolongan
berpalingmelihat ke samping (ke arah lain)lupa, munkar

(Puisi lengkapnya dapat dilihat di sini)

Thursday, 20 October 2011

Cara Membuat Penokohan dalam Cerita

Istilah penokohan dapat diartikan sebagai teknik (cara) pengarang mengembangkan watak tokoh dalam prosa fiksi (cerpen, roman, novel). Ada dua teknik penokohan, yakni naratif dan dramatik.
Teknik Naratif:
Teknik naratif adalah penuturan watak tokoh secara langsung melalui paparan narasi.
Dalam teknik naratif ini, pengarang secara langsung:
- mengenalkan sosok tokoh
- menyebutkan pekerjaan tokoh
- menggambarkan kehidupan sehari-hari tokoh
Contoh:
Doni pun cepat akrab karena Vina sabar dan telaten. Vina pun senang karena Doni tidak rewel dan mudah diatur. Bahkan, jika Vina sedang tidak mood mengasuh Doni, Vina cukup memutar VCD Teletubbies saja. Lama-lama Doni pasti tertidur di sofa asal Perancis itu. Di apartemen itu, Vina serasa di rumah sendiri. Kecuali di kamar majikannya, ia bebas tidur di mana saja.
Teknik Dramatik:
Teknik dramatik adalah pengembangan watak tokoh secara tidak langsung melalui pemaparan sebuah peristiwa dramatik yang mengandung perilaku dan dialog para tokoh.
Dalam teknik dramatik ini, pengarang memaparkan adegan dramatik untuk mengembangkan watak tokoh melalui:
- penggambaran kedaan fisik tokoh
- pelukisan perilaku tokoh
- dialog tokoh
Contoh:
"Saya ingin cari pengalaman sekaligus cari uang di liburan panjang ini, Bu."
"Tapi kamu bisa nggak jaga anak tiga tahun?"
"Bisa, Bu."
"Telaten, nggak?"
"Telaten dong, Bu. Masa nggak, sih?"
"Kamu sabar nggak orangnya?"
Vina mengangguk.
"Kamu bersedia tinggal di sini?"
"Siap, Bu."
"Orangtua kamu nggak keberatan?"
"Nggak masalah, saya anak kost kok, Bu."
"Sebulan empat ratus ribu."
"Boleh nawar nggak, Bu?"
"Hmm, berapa?"
"Lima ratus?"
Si ibu pewawancara berpikir cukup alot, "Oke, deal!"
Sumber foto: Nova

Wednesday, 19 October 2011

Beberapa Sastrawan Angkatan '66 dan Karyanya


Kehidupan sastra pada masa ini penuh dengan gejolak, banyak terjadi persaingan di antara dua golongan sastrawan, yaitu sastrawan yang mempertahankan seni untuk seni dan sastrawan yang mempertahankan seni untuk rakyat (hal ini akan kita bahas nanti). 

Sastrawan yang tergolong angkatan ini adalah:

1. Taufik Ismail
- Tirani dan Benteng, kumpulan sajak
- Sajak-sajaknya yang terkenal: Salemba, Karangan Bunga, Percakapan Angkasa.

2. Gunawan Muhammad
Ia merupakan seorang esais (penulis esai) yang produktif, selain menulis sajak. Karya-karyanya banyak dimuat di majalah Horison.

3. Rosida Amir
- Cinta Pertama, roman

4. Sapardi Djoko Damono
- Selain esais, ia juga banyak menulis sajak dalam kumpulan sajak: Dukamu Abadi.

Sastrawan lainnya:
Rendra, NH Dini, Ramadhan KH, Toto Sudarto Bachtiar, Motinggo Busye, Rahmat Djoko Pradopo, Titi Said, Enny Sumargo, Wing Karjo, Saini KM, AS Dharta, Bachtiar Siagian, B.Soelarto, Bur Rusuanto, B.Bastari Asnin, Satyagraha Hoerip, Gerson Poyk, Ras Siregar, LC Bach, Kamal Firdaus TF, Djumbri Obeng, Poernawan Tjondronagoro, Zen Rosdy, Tabrin Tahar, Matia Madijah, dan masih banyak lagi.

Tuesday, 18 October 2011

Sastrawan Angkatan '45 dan Bukunya

Nama Angkatan 45 mula-mula diorbitksn oleh Rosihan Anwar dalam majalah Siasat yang dipimpinnya sekitar tahun 1950. Sedangkan yang dianggap sebagai pelopor Angkatan 45 adalah Chairil Anwar (di bidang puisi). Sedangkan pelopor di bidang prosa adalah Idrus.
Berikut sastrawan yang tergolong Angkatan 45:
1. Chairil Anwar
- Deru Campur Debu (kumpulan puisi, 1943-1949)
- Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Terputus
- Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi bersama Rivai Apin dan Asrul Sani)

2. Idrus
- Aki (1948)
- Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (kumpulan cerpen, 1948)
- Jibaku Aceh (drama)

3. Aoh Kartahadimaja
- Zahra (kumpulan sajak dan drama)
- Manusia dan Tanahnya (kumpulan cerpen)

4. Achdiat Kartamiharja
- Atheis, roman kejiwaan (1949)
- Bentrokan dalam Armara (kumpulan drama)

5. Rivai Marlaut
- Dokter Haslinda, roman perjuangan
- Mengapa Palestina Bergolak

6. Saadah Alim
- Pembalasannya, roman bertendens (1945)
- Angin Timur Angin Barat, terjemahan dari Pearl S. Buck

7. Usmar Ismail
- Permintaan Terakhir, cerpen
- Mutiara dari Nusa Laut, drama

8. Rivai Apin
- Mual, sajak
- Chairil Anwar dengan Maut, essay

9. Asrul Sani
- Sahabat Saya Cordiaz, cerpen
- Deadlock pada Puisi Emosi Semata, essay

10. Rosihan Anwar
- Radio Masyarakat, cerpen
- Raja Kecil Bajak Laut di Selat Malaka, roman sejarah (1967)

Sastrawan lainnya:
Waluyati Supangat, Dodong Jiwapraja, Taslim Ali, Dr.Abu Hanifah, Amal Hamzah, Utuy Tatang Sontani, Pramudya Ananta Toer, Mochtar Lubis, Anas Ma'ruf, Maria Amin, Zuber Usman, Sitor Situmorang, S.Rukiah, dan puluhan lainnya.

Wednesday, 5 October 2011

Chord Contoh Musikalisasi Puisi "Doa" karya Chairil Anwar

Chord Contoh Musikalisasi Puisi "Doa" karya Chairil Anwar---
         Musikalisasi puisi merupakan salah satu materi apresiasi sastra yang diberikan di kelas IX dan berlanjut di bangku SMA/SMK. Musikalisasi puisi adalah menyajikan (mendeklamasikan) puisi dengan diiringi instrumen musik ataupun menyajikan puisi yang dilakukan dengan menyanyikannya (menggunakan notasi lagu, baik ciptaan sendiri atau memakai notasi lagu yang sudah tenar). Ada juga versi lain seperti yang pernah ditunjukkan oleh siswa saya ketika memusikalisasi puisi Doa dengan menggunakan lagu "Untukmu Selamanya" dari Band Ungu dan puisi Aku dengan menggunakan lagu "Hidupku Kan Damaikan Hatimu" dari Caffein (Lihat video-nya klik "Doa" dan "Aku").

         Berikut adalah contoh notasi lagu ciptaan saya sendiri, silakan dieksplorasi.
DOA Karya: Chairil Anwar
Intro: Am Dm E Am E

Am
Tu....han....ku....
     Dm
dalam.... termangu....
G                                  C
aku..... masih..... menyebut nama-Mu.....
    Am                            Dm               E                                           Am
Biar..... susah.... sungguh.....  mengi.....ngat Kau...... penuh seluruh......

Am
Cah.....ya......-Mu......
      Dm
panas...... suci......
       G                             C
tinggal.... kedip...... lilin di kelam sunyi ......
Am                           Dm                            E                                Am
Tu.....han....ku..... aku hilang bentuk..... remuk..... remuk..... remuk......

Reff:
 G                             C                               E                             Am
Tu.....han.....ku....  aku mengembara..... di..... ne.....geri a....sing......
 G                             C                           E
Tu.....han.....ku.... di pin.....tu....-Mu.... aku.... mengetuk.....
 E                                                     Am
Aku..... ti.....dak..... bi....sa.... berpaling.......

Demikian, semoga dapat diekplorasi sesuai dengan kreativitas nada yang kalian buat sendiri......

Sunday, 2 October 2011

Syarat Membuat Judul Karangan | Film Badai di Ujung Negeri

Dalam membuat judul sebuah karangan atau tulisan, sebaiknya kita memperhatikan keasliannya, menggambarkan isi karangan, singkat, dan menarik. Menarik maksudnya adalah walau menggambarkan isi karangan namun bukan berarti mudah ditebak isinya. Tetapi, judul yang kita buat itu memberi sugesti agar pembaca merasa ingin atau tertarik untuk membaca. Badai di Ujung Negeri adalah merupakan salah satu judul yang menerapkan rambu-rambu ini. Asli, deskriptif, singkat, dan menarik. Membaca judulnya, kita bertanya-tanya: apa sih yang dimaksud dengan badai di ujung negeri? Badai merupakan sebuah konotasi dari musibah, sedangkan ujung negeri merupakan refresentasi tempat yang terletak di ujung. Di mana sih? Di Sabang? Merauke? Eh ternyata, badai dalam film Badai di Ujung Negeri ini merupakan nama tokoh utamanya (diperankan oleh aktor Arifin Putra). Lalu, sedang apa Badai di ujung negeri? Mengapa dia di sana? Rentetan pertanyaan seperti ini tentu saja merupakan nilai tambah untuk mendorong seseorang agar mencari tahu dan akhirnya berniat menontonnya.
Sinopsis film Badai di Ujung Negeri:

        Badai adalah marinir yang ditugaskan di pos jaga perbatasan Indonesia di sebuah pulau di laut cina selatan. Penemuan mayat misterius mempertemukannya kembali dengan Joko, sahabat lama yang ditugaskan di kapal KRI.
        Disisi lain, Anisa, seorang gadis setempat mempertanyakan kepastian hubungannya dengan Badai. Badai ragu untuk membuat keputusan karena dia bisa dipindah tugaskan kapanpun, kemanapun.
        Konflik makin meruncing. Dika, anak nelayan teman Badai ditemukan mati.
Kesalahpahaman Joko dan Badai tentang kematian Nugi, adik Joko, mempengaruhi kerjasama mereka dalam menemukan siapa pembunuh Dika dan mayat-mayat lainnya yang belakangan bermunculan terapung di laut. Badai dan Joko dijebak ke pulau terpencil sementara para pembunuh merencanakan pembajakan sebuah kapal tanker di laut perbatasan, memanfaatkan kelemahan konflik di antara mereka dan kondisi kapal KRI yang sudah tua.

Sumber sinopsis:
http://www.21cineplex.com/badai-di-ujung-negeri-bada,movie,2613.htm

Popular Posts