Blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Thursday, 29 November 2012

Ciri-ciri Polisemi

Ciri-ciri Polisemi--
Polisemi sering ditumpangtindihkan dengan Homonim. Padahal, polisemi berbeda dengan Homonim.

Ciri-ciri Polisemi:
1. Berasal dari satu kata
2. Ada hubungan makna
3. Digunakan secara konotatif kecuali kata induknya

Contoh Polisemi: Sambil memegang mulutnya yang berdarah, ia berdiri di mulut pintu.
Penggunaan kata 'mulut' masih memiliki hubungan makna: sama-sama tempat keluar masuk.
Kata mulut yang pertama, bermakna denotatif, kata mulut yang kedua bermakna konotatif.

Bandingkan dengan Homonim: Walau terkena bisa ular, ia masih bisa bernafas.
Penggunaan kata 'bisa' memiliki perbedaan makna: 1) racun, 2) dapat.

Keterangan:
Konotatif= makna kiasan/makna tambahan
Denotatif=makna sebenarnya

Tuesday, 16 October 2012

Berlatih Membaca Cepat Teks 652 Kata

Berlatih Membaca Cepat Teks 652 Kata--
Ingin berlatih kecepatan dan keefektifan membaca kamu? Ikuti langkah-langkah berikut!

Langkah Pertama:
Bacalah teks berikut dengan cermat dan efektif. Ajak teman untuk mencatat waktu kamu (dengan stopwatch misalnya). Teks Bacaan ini terdiri atas 652 kata. Maka, jika kamu siswa kelas VII, lamanya adalah 3 menit; jika kamu siswa kelas VIII, lamanya adalah 2,5 menit; jika kamu siswa kelas IX, lamanya adalah 2 menit.
Bacalah setelah teman kamu memberi instruksi. Tandai bagian yang terakhir kamu baca.

Aplikasi Teknologi Touchscreen Satu Sentuhan Saja
Perintahnya sederhana, cukup satu sentuhan, aplikasi pun segera bekerja. Inilah salah satu sisi kelebihan dari touchscreen, teknologi yang bekerja dengan penerapan layar sentuh. Kini berbagai perangkat mengusung teknologi ini, mulai dari komputer, mesin ATM (anjungan tunai mandiri), mesin informasi di tempat-tempat umum, telepon genggam, handycam, tape recorder, PDA, mesin cuci, kulkas, kendaraan, konsol game, mesin-mesin berat, hingga pesawat terbang. Layar sentuh juga banyak digunakan dalam titik-titik penjualan (point of sales), seperti di hotel, toko buru, atau tempat bisnis lainnya. Dengan teknologi ini, para pembeli hanya perlu berinteraksi dengan komputer, tidak perlu dengan manusia. (93 kata)

1. Monitor Sensitif
Touchscreen dikenal pula dengan touch panels atau touch monitor, merupakan sebuah perangkat komputer yang biasanya digunakan untuk menampilkan informasi grafikal dan visual yang merupakan output dari sebuah perangkat komputer. Namun, yang membedakannya dengan monitor atau layar televisi biasa, apa yang ditampilkan di dalamnya dapat secara langsung berinteraksi secara fisik dengan penggunanya. (146 kata) Maksudnya, kita dapat langsung menyentuh layar tersebut dengan tangan atau alat bantu untuk mengakses apa yang ditampilkan di dalamnya. Dengan kata lain, touchscreen merupakan sebuah monitor yang sensitif terhadap sentuhan dan tekanan (resistif), sehingga perangkat ini memiliki dua fungsi yaitu, sebagai perangkat output karena menampilkan informasi dan input karena menerima informasi. (197 kata)

2. Mekanisme Kerja
Sebuah layar touchscreen yang paling sederhana bekerja terdiri dari tiga buah komponen utama. Pertama, touch sensor, merupakan sebuah lapisan penerima input dari luar monitor. Input dari touchscreen adalah sebuah sentuhan, sehingga sensornya juga merupakan sensor sentuh. Biasanya sensor sentuh berupa sebuah panel terbuat dari kaca yang permukaannya sangat responsif jika disentuh. Touch sensor diletakkan di permukaan paling depan dari sebuah layar touchscreen. Dengan demikian, area yang responsif terhadap sentuhan menutupi area pandang dari layar monitor. (274 kata) Oleh karena itu, ketika kita menyentuh permukaan layar monitornya, input juga telah diberikan oleh si penyentuh. Teknologi touch sensor yang kini banyak digunakan terdiri atas tiga macam, yaitu resistive touchscreen, capasitive touchscreen, dan surface wave touchscreen. Semua jenis sensor ini memiliki cara kerja yang sama, yaitu menangkap perubahan arus dan sinyal-sinyal listrik yang ada pada sensor tersebut, merekamnya dan mengubahnya menjadi titik-titik koordinat yang berada di atas layar, sehingga posisi tepat dari sebuah sentuhan dapat langsung diketahui dengan benar. (353 kata)
Kedua, controller, merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara sensor dengan perangkat komputer yang akan memproses sentuhan-sentuhan tersebut. Ketika sensor-sensor merekam sebuah even sentuhan, maka data yang dimilikinya diteruskan ke sebuah controller. Kemudian, controller tersebut akan menerjemahkan informasi dari sensor-sensor tersebut menjadi informasi yang dimengerti oleh prosessor komputer. Setelah informasi masuk dan diproses oleh prosesor, hasil akhirnya akan dikeluarkan lagi ke monitor untuk ditampilkan kembali. Controller bertugas untuk menerjemahkan informasi dari prosesor untuk diubah menjadi sebentuk gambar yang ditampilkan di atas layar monitor. (437 kata)
Ketiga, software driver, merupakan sebuah software pengatur yang diinstal pada perangkat komputer atau PC. Tugas atau fungsinya mengatur agar perangkat touchscreen dan komputer dapat bekerja sama untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan. Software driver akan mengatur sistem operasi dari perangkat komputer bagaimana caranya menangani even-even sentuhan yang berasal dari sensor-sensor di atas layar touchscreen. (491 kata)

Kebanyakan dari driver touchscreen saat ini sudah menggunakan driver yang hampir sama
dengan driver sebuah mouse. Hal ini akan membuat sebuah even sentuhan pada satu titik di layar monitor seperti sebuah even klik pada mouse di posisi yang sama. Dengan menggunakan driver dari perangkat mouse, para pengembang program tidak perlu pusing-pusing lagi memikirkan bagaimana programnya dapat berinteraksi dengan sebuah touchscreen. (551 kata)

3. Kelemahan Touchscreen
Meskipun secara fisik kebal terhadap gangguan elemen-elemen luar, teknologi layar sentuh ini bukan tanpa kelemahan. Kinerja dari layar sentuh dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain yang menempel di atasnya, layar sentuh dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan. Sensor-sensor ultrasoniknya akan langsung bekerja dengan baik. (608 kata)
Oleh karena itu, layar sentuh jenis ini harus dijaga dengan ekstra hati-hati. Layar sentuh jenis ini sangat cocok digunakan pada ruangan pelatihan komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi dengan sangat jernih dan tajam, presentasi dalam ruangan, dan banyak lagi yang sifatnya agak terlindungi. (652 kata)

Sumber: Pikiran Rakyat, 15 Maret 2007

Langkah Kedua:
Hitunglah rata-rata jumlah kata yang telah kamu baca dengan
menggunakan rumus yang telah dijelaskan di arsip sebelumnya.
Langkah Ketiga:
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Apa yang dimaksud dengan touchscreen?
  2. Apa saja kelebihan-kelebihan touchscreen?
  3. Perangkat apa saja yang sudah menggunakan touchscreen?
  4. Apa perbedaan touchscreen dengan monitor atau layar televisi biasa?
  5. Apa saja fungsi touchscreen?
  6. Sebuah touchscreen sederhana terdiri atas komponen apa saja?
  7. Apa fungsi controller dalam touchscreen?
  8. Apa tugas dan fungsi software driver?
  9. Apa saja kelemahan touchscreen?
  10. Mengapa touchscreen harus dijaga dengan baik?

Langkah Keempat:
Hitunglah persentase pemahaman kamu terhadap isi teks tersebut dengan menggunakan rumus.
Langkah Kelima:
Hitunglah kecepatan efektif membaca kamu dengan menggunakan KEM.

Amatilah, adakah kemajuan yang kamu raih? Jika belum, teruslah berlatih.

Monday, 15 October 2012

Membacakan Berita

JUDUL--
Ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat membacakan
berita, yakni nada, tempo (kecepatan), jeda, intonasi, dan pelafalan
kata yang jelas dan tepat. Unsur-unsur tersebut sangatlah penting
dalam berbahasa lisan agar suasana lebih hidup dan komunikatif.
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai unsur-unsur tersebut.
Nada adalah tekanan tinggi rendahnya pengucapan suatu kata.
Kata yang bernada menandakan bahwa kata itu lebih penting daripada
yang lainnya. Tempo adalah cepat atau lambatnya pengucapan suatu
bagian dalam kalimat. Fungsinya hampir sama dengan tekanan nada,
yakni untuk mementingkan suatu kata dalam bagian kalimat. Jeda
adalah penghentian sementara dalam kalimat untuk memperjelas
arti. Intonasi adalah naik turunnya kalimat. Hampir sama dengan
nada, intonasi fungsinya adalah sebagai pembentuk makna kalimat
sebagaimana yang tampak antara kalimat berita, kalimat tanya, dan
kalimat perintah.
Jika pembacaan berita itu dilakukan di hadapan banyak orang,
Anda pun harus memerhatikan tatapan mata. Sebaiknya, tatapan muka
ditujukan ke semua arah agar audiens yang mendengarkan merasa
diperhatikan. Begitu pula dengan sikap dan penampilan haruslah dijaga
dengan baik.

Tanda:
/ = jeda sebentar
// = jeda lama
– = intonasi datar
v = intonasi turun
= intonasi naik

Lita Liviani, Pemusik Cilik dengan Potensi Besar
Para pemirsa Liputan Siang,
Orkes Simfoni Nasional Indonesia (OSNI)
dalam pergelaran kali ini, secara khusus menampilkan
musikus cilik bernama lengkap Lita Liviani Tandiono,
dengan empat kemahiran memainkan instrumen
piano, biola, cello, dan flute.
Lita yang kini berusia 9 tahun sembilan bulan adalah
pemusik yang sangat muda untuk kemampuannya itu.
Dengan latar belakang gemblengan dari kedua orang
tuanya, si bocah yang dibesarkan di Kota Pahlawan ini
menjalani pengenalan atas instrumen sejak usia empat
setengah tahun dengan dukungan orang yang berbeda.
Walau ibunya mengatakan bahwa dia lebih
menguasai piano dan biola, Lita malah mengaku
tak bisa memilih mana instrumen yang paling
digemarinya. Malam itu, usai pergelaran orkestra
di mana dia memainkan beberapa karya komponis
dunia, Lita tergagap saat dikerumuni wartawan yang
mengumbar pertanyaan seputar penampilannya.
Jaya Suprana, Ketua Muri yang juga pianis,
setelah menganugerahkan rekor bagi pianis cilik itu
melontarkan pendapat tentang keahlian generasi Lita
sebagai kebanggaan buat dunia musik, khususnya di
Indonesia. Pada momen tersebut, Jaya Suprana juga
memberikan anugerah untuk konduktor Jap Tji Kien,
sebagai orang pertama di Asia yang meraih gelar FRSM
(Fellowship of Royal School of Music), London.
Menurut pendapat Koei Pin Yeo, pimpinan
Sekolah Musik Jakarta dan music director OSNI, bakat
sesungguhnya bisa digali sejak awal, sejak usia kanak.
Lita telah memenuhi syarat itu, termasuk menguasai
instrumen piano sejak usia empat tahun setengah,
biola di sekitar usia enam tahun, cello pada usia
delapan tahun, dan flute pada usia sembilan tahun.
Lita fasih menyenandungkan tiap lubang flute
lewat jemarinya yang mungil serta napas bocahnya
dalam nomor "Minuet in G Major" karya JS Bach,
"Gavote" (GF Handel) dan "Hunter Chorus" (CM
Von Weber). Lita mampu memainkan cello yang
berukuran hampir seukuran tubuhnya.
Dengan menyandarkan ke tubuh, dia menggesek
instrumen gesek itu. Tarikannya yang dibatasi tungkai
tangan, tekanan jari mungil yang kadang menekan
kurang penuh sehingga senar belum sempurna
kejernihannya, namun kemampuan menempatkan
jari sehingga menghasilkan nada tepat di tempo yang
cepat pada dua komposisi, "Sonata in C Mayor –
Allegro" karya JB Breval, tetap mengagumkan. Pada
karya WA Mozart yang akrab di telinga publik ini, dia
membawakan nomor "Concerto for Piano K.414 in
A. Major – Alegro" dengan kemampuan maksimal
sejak awal komposisi dimainkan.
Kekuatan permainan instrumen Lita diperlihatkan
ketika bocah ini memainkan biola. Keahlian
pada seusia Lita dalam meraih prestasi rekor Muri
sangat logis dan menakjubkan.
Dr. Koei Pin Yeo sebagai pimpinan OSNI yang
juga pernah "menjembatani" kemunculan pemain flute
termuda lainnya, Stephanie Jaya dalam menggondol
MURI, berkomentar bahwa bakat memang penting,
tetapi harus disertai disiplin. Tiap orang sebenarnya
punya kepekaan. Untuk menggalinya, orang tua
bisa melakukan dengan cara rajin mengajak si anak
merekam berbagai (pertunjukan) orkestra untuk
dibawa pulang ke rumah.
Demikianlah berita ini kami sampaikan. Terima
kasih atas perhatian pemirsa.
Sumber: www.trans7.co.id

Berdiskusi

JUDUL--
Kegiatan diskusi merupakan wadah bagi para peserta untuk
saling bertukar pikiran. Melalui kegiatan diskusi, Anda dapat
mengemukakan pendapat, ide, dan pertanyaan seputar topik
yang sedang dibicarakan. Kegiatan diskusi dapat dilakukan oleh
sedikitnya dua orang. Adapun tujuannya adalah untuk menemukan
solusi atau kebenaran tentang sesuatu yang diperbincangkan.
Dengan berdiskusi, wawasan Anda akan bertambah. Selain itu, daya
nalar Anda akan terlatih dan Anda akan terbiasa mendengarkan serta
menghargai pendapat orang lain.
Dalam sebuah diskusi, tidak tertutup kemungkinan akan timbul
perdebatan akibat perbedaan pendapat. Hal ini disebabkan oleh
adanya berbagai perbedaan dari setiap peserta diskusi. Perbedaan
tersebut meliputi berbagai faktor, yakni perbedaan latar belakang
pendidikan, subjektivitas, paradigma, dan idealisme setiap peserta
yang dapat memperkaya sebuah diskusi. Makin banyak peserta
memberi berbagai pendapat, akan semakin banyak pula informasi
yang dapat diserap bersama (sharing).

Agar lebih memahami materi tentang diskusi, perhatikanlah
contoh kutipan diskusi berikut ini dengan saksama. Jangan lupa,
catatlah hal-hal penting yang ada dalam diskusi tersebut.

Pembicara : Faktor ekonomi merupakan salah satu penyebab makin banyaknya jumlah anak putus sekolah. Hal ini sangat memprihatinkan
karena sebagian dari anak-anak putus sekolah
yang hidup di kota besar mulai turun ke jalan sebagai anak
jalanan. Padahal, mereka adalah generasi penerus bangsa yang
akan melanjutkan cita-cita pembangunan Indonesia. Parahnya,
kehidupan anak jalanan sangat akrab dengan kriminalitas.
Beberapa di antara mereka, selain menjadi pengamen, pengemis,
dan pedagang asongan, ada juga yang terjebak di dalam lembah
hitam, yaitu berprofesi sebagai pencopet cilik akibat kebutuhan
mereka untuk mengisi perut yang kosong.
Ada lagi fenomena yang sangat menyedihkan, beberapa
anak yang turun ke jalanan tersebut justru mendapat dukungan,
bahkan diperintah oleh orangtua kandung mereka. Sungguh miris.
Padahal, setiap orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik
anaknya dan harus dipertanggungjawabkan, baik secara moral
maupun di hadapan Yang Mahakuasa.
Moderator : Baiklah, tampaknya waktu kita semakin sempit.
Selanjutnya, mari kita lanjutkan acara diskusi ini ke segmen tanya
jawab. Bagi rekan-rekan yang akan memberikan tanggapan, saya
persilakan. Ya, silakan Saudara Nadira.

Peserta 1 : Terima kasih. Saya Nadira Hara dari kelompok 1.
Setelah menyimak pemaparan dari pembicara tadi, saya setuju jika
faktor ekonomi merupakan penyebab bertambahnya jumlah anak
putus sekolah yang berimbas pada peningkatan jumlah anak jalanan.
Bahkan, menurut saya faktor ekonomi merupakan faktor utama. Satu
hal yang belum saya dengar dari pembahasan tadi, bagaimana solusi
terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut? Lalu, sebagai pelajar,
apa yang dapat kita lakukan? Terima kasih.
Moderator : Terima kasih, Saudara Nadira. Ya, Indra, silakan,
langsung saja tanggapi pertanyaan tersebut. Tak lupa, jika setelah
pembicara menjawab, ada di antara rekan-rekan yang akan berpendapat,
silakan mengangkat tangan.
Pembicara : Terima kasih. Menurut saya, solusi terbaik
sebetulnya ada di tangan pemerintah. Andai saya berkesempatan
memberikan usulan, saya ingin mengusulkan dibukanya sekolahsekolah
gratis khusus bagi anak-anak yang tidak mampu. Dengan
demikian, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah.
Di samping itu, pemerintah juga mungkin perlu memberikan sanksi
bagi orangtua yang menyuruh-nyuruh anaknya yang berada dalam
usia sekolah untuk berkeliaran di jalanan. Sementara, sebagai
pelajar, ada banyak hal yang dapat kita lakukan mulai dari hal-hal
kecil. Misalnya, mengumpulkan buku-buku bacaan meski bekas
agar rekan-rekan kita di jalanan berkesempatan untuk menambah
wawasan melalui kegiatan membaca.
Bagaimana tanggapan Anda terhadap diskusi tersebut? Sudahkah
Anda mencatat pokok-pokok permasalahan yang ada di dalamnya?
Berdasarkan pokok-pokok permasalahan yang Anda catat tersebut,
Anda dapat membuat rangkuman dalam beberapa kalimat. Berikut
adalah beberapa contoh pokok pikiran yang ada dalam diskusi tersebut.
- Peningkatan jumlah anak putus sekolah disebabkan oleh
faktor ekonomi.
- Sebagian anak putus sekolah turun ke jalan dan menjadi
anak jalanan.
- Kehidupan anak jalanan sangat dekat dengan kriminalitas.
- Sebagian anak jalanan adalah korban dari kehendak semenamena
orangtua.
- Sekolah gratis dapat menjadi salah satu solusi.
- Sebagai pelajar kita dapat berbagi pengetahuan dengan cara
menyumbangkan buku-buku layak baca kepada mereka.
Setelah mencatat pokok-pokok pikiran dalam diskusi tersebut,
Anda dapat membuat rangkuman diskusi dalam beberapa kalimat.
Contohnya sebagai berikut.
Salah satu penyebab bertambahnya jumlah anak putus
sekolah adalah faktor ekonomi. Hal ini membuat sebagian dari
mereka menjadi anak jalanan yang hidup berdekatan dengan
kriminalitas. Beberapa di antara mereka, turun ke jalanan karena
desakan orang tua mereka. Sebaiknya, pemerintah mendirikan
sekolah gratis untuk mereka. Sementara itu, sebagai pelajar, ada
banyak hal yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah dengan
cara menyumbangkan buku-buku agar mereka dapat menambah
pengetahuan melalui kegiatan membaca.

JUDUL--
Sinar Biru Ancam Mata Anak
Keterbatasan pengetahuan orangtua terhadap
bahaya sinar biru membuat anak-anak rentan
mengalami gangguan mata. Bagaimana tidak, aktivitas
sehari-hari sang buah hati sangat dekat dengan
sumber sinar biru, salah satunya dari layar televisi.
Bukan perkara sulit menemui seorang anak
yang tengah menonton tv. Aktivitas inilah yang paling
banyak dilakukan oleh anak-anak saat ini. Tidak aneh
jika kalangan pendidik sudah memberikan peringatan
terhadap pengaruh buruk terlalu banyak menonton tv
terhadap perkembangan seorang anak.
Bukan hanya itu, perkembangan kesehatan mata
anak pun ikut terancam. Pancaran sinar dari layar
televisi merupakan salah satu sumber sinar biru,
selain pancaran sinar matahari, lampu neon, dan layar
monitor komputer. Sinar dengan panjang gelombang
cahaya 400–500 nm pada spektrum sinar yang masih
dapat diterima mata dapat menyebabkan kerusakan
dan menimbulkan luka fotokimia pada retina mata
anak. Dalam jangka waktu pendek, dampak sinar biru
dapat mengganggu kerja retina sehingga menghambat
proses pembelajaran melalui mata.
Sinar biru merupakan sinar yang masuk melalui
mata dengan sifat paling merusak dan dapat mencapai
retina. Bayi dilahirkan dengan lensa yang relatif jernih
atau bening. Secara bertahap dan alami berubah
menjadi kuning sejalan dengan pertambahan usia.
Risiko terbesar kerusakan akibat sinar biru, yaitu
sekitar 70%– 80% sinar biru dapat mencapai retina
pada usia 0–2 tahun dan 60%–70% pada usia 2 hingga
10 tahun. Adapun sinar biru yang mencapai retina pada
usia 60 hingga 90 tahun hanya mencapai 20%.
Perlindungan terhadap bahaya sinar biru harus
dilakukan sedini mungkin. Salah satunya adalah
dengan asupan lutein. Lutein dapat membantu
melindungi mata, terutama retina, dari kerusakan
dengan cara menyaring sinar biru dan juga berperan
sebagai antioksidan dengan cara menetralisasikan
radikal-radikal bebas. Bagian luar fotoreseptor di
dalam retina adalah bagian yang cenderung mudah
terkena peroksidasi karena tingginya asam lemak.
Bagian luar fotoresptor inilah yang tinggi
akan lutein. Lutein berperan sebagai antioksidan
dan memberi perlindungan pada mata. Tubuh
tidak dapat mensintesakan lutein. Oleh karena
itulah, kebutuhan lutein harus disuplai dari luar
tubuh. Salah satunya dari makanan seperti sayuran,
buah, suplemen, dan terutama ASI. Namun, bahan
makanan yang mengandung lutein biasanya tidak
disukai serta jarang dikonsumsi oleh bayi dan batita.
Hasil penelitian menunjukkan, hanya sekitar 10%
anak yang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan
setiap hari. Kecukupan lutein pada makanan dapat
membantu menjamin perkembangan mata yang
sehat pada bayi dan anak.
Sumber: www.seputar-indonesia.com
(dengan pengubahan)

Pokok-pokok hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut.
1. Anak-anak rentan mengalami gangguan mata.
2. Sumber pancaran sinar biru adalah televisi, sinar matahari,
lampu neon, dan layar monitor komputer.
3. Sinar biru memiliki panjang gelombang cahaya 400–500 nm
pada spektrum sinar yang masih dapat diterima mata. Sinar
ini dapat menyebabkan kerusakan dan menimbulkan luka
fotokimia pada retina mata anak.
4. Perlindungan terhadap bahaya sinar biru harus dilakukan
sedini mungkin. Salah satunya adalah dengan asupan lutein.
5. Kebutuhan lutein harus disuplai dari luar tubuh. Salah
satunya dari makanan seperti sayuran, buah, suplemen, dan
terutama ASI.

Pokok-pokok hasil penelitian tersebut dapat Anda susun kembali
menjadi ringkasan hasil penelitian. Dapatkah Anda melisankan ringkasan
hasil penelitian tersebut? Berikut ini adalah contoh ringkasan
hasil penelitian tersebut.
1. Carilah laporan hasil penelitian yang telah ditulis menjadi artikel
bertema pertanian dalam majalah-majalah pertanian. Pilih salah
satu yang akan Anda jadikan bahan berlatih.
2. Baca laporan hasil penelitian tersebut dengan saksama.
3. Tuliskanlah pokok-pokok laporan penelitian tersebut secara
berurutan. Kemudian, buatlah ringkasan hasil penelitiannya.
Anak-anak rentan mengalami gangguan mata. Salah satu
penyebab rusaknya mata adalah sinar biru. Sumber pancaran sinar
biru adalah televisi, sinar matahari, lampu neon, dan layar monitor
komputer. Sinar biru memiliki panjang gelombang cahaya 400–500
nm pada spektrum sinar yang masih dapat diterima mata. Sinar ini
dapat menyebabkan kerusakan dan menimbulkan luka fotokimia
pada retina mata anak.
Perlindungan terhadap bahaya sinar biru harus dilakukan
sedini mungkin. Salah satunya adalah dengan asupan lutein.
Kebutuhan lutein harus disuplai dari luar tubuh. Salah satunya dari
makanan seperti sayuran, buah, suplemen, dan terutama ASI.

Ciri-ciri Novel dan Hikayat

Ciri-ciri Novel dan Hikayat--
Kegemaran membaca merupakan kegemaran yang sangat mengasyikkan. Dengan membaca, kita dapat menambah wawasan keilmuan. Kita pun dapat membaca karya-karya sastra, misalnya novel dan hikayat. Dari kedua jenis karya sastra tersebut, ada banyak hal yang dapat kita peroleh. Di antaranya ialah pesan moral, nilai-nilai sosial budaya, nilai-nilai yang bersifat mendidik, dan kepuasan serta kesan tersendiri.
Novel dan hikayat memiliki ciri masing-masing.

Adapun ciri-ciri novel, di antaranya adalah :
1. Terdiri atas jumlah halaman yang cukup banyak.
2. Dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik.
3. Menyajikan permasalahan lebih terperinci jika dibandingkan dengan cerpen.

Adapun ciri-ciri hikayat adalah :
1. Isi ceritanya berkisar pada tokoh raja-raja dan keluarganya (istana sentris).
2. Bersifat pralogis, yaitu memiliki logika tersendiri yang tidak sama dengan logika umum, ada juga ynag menyebutnya fantastis.
3. Mempergunakan banyak kata arkais. Misalnya, hatta, syahdan, sahibul hikayat, menurut empunya cerita, konon, dan tersebutlah perkataan.
4. Tema dominan dalam hikayat adalah petualangan. Biasanya di akhir kisah, tokoh utamanya berhasil menjadi raja atau orang yang mulia.

Novel dan hikayat memiliki unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur-unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur intrinsik, antara lain peristiwa, penokohan, tema, dan latar. Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung memengaruhi isi karya secara keseluruhan. Misalnya, latar belakang kehidupan pengarang.

Popular Posts