Blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Sunday, 6 October 2013

Menulis Pesan Singkat (Memo)

Menulis Pesan Singkat (Memo)--
Dalam keseharian kita, ada kalanya kita
tidak dapat menyampaikan pesan secara langsung kepada orang yang kita kehendaki. Apabila hal ini terjadi kita dapat menulis pesan singkat agar pesan atau informasi yang akan kita sampaikan dapat diterima oleh orang yang kita kehendaki. Di abad digital seperti sekarang, kamu tentu biasa menyampaikan pesan melalui SMS bukan?

Pesan singkat merupakan salah satu bentuk komunikasi yang biasa dilakukan seseorang kepada orang lain, baik di lingkungan suatu organisasi, kantor, atau di lingkungan tempat tinggal kita. Pesan singkat dapat disusun dan disampaikan secara lisan maupun tertulis. Karena berupa pesan singkat, kalimat yang digunakan harus efektif dan santun. Salah satu contoh pesan singkat yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kedinasan yang sifatnya resmi dan dalam keadaan mendesak adalah memo.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis memo antara lain, dari siapa memo berasal, kepada siapa memo ditujukan, apa isinya, tempat dan tanggal pembuatan memo, jabatan, tanda tangan, dan nama pembuat memo.

Perhatikan contoh memo:

a. Memo resmi/ dinas

Kepada : Kepala Tata Usaha
Dari : Kepala Sekolah
Hal : Surat undangan
Mohon buat secepatnya surat undangan untuk rapat persiapan ulangan umum. Rapat dilaksanakan, tanggal 25 Oktober 2013.

20 Oktober 2013
Raihan Nahdi, M.Pd.

b. Memo pribadi

Untuk: Mayda
Tolong kembalikan buku catatan bahasa lndonesia yang kamu pinjam karena besok ada ulangan. Aku tunggu di rumah ya.
Dari: Memey

Saturday, 5 October 2013

Membaca Perangkat Upacara

Membaca lndah Puisi--
Membaca perangkat upacara sebagaimana yang sering kamu lakukan ketika apel pagi setiap Senin merupakan hal yang menarik perhatian selain penaikan bendera dan vokal/ nyanyian yang bagus. Ketika kamu membaca, peserta upacara termasuk guru dan teman-temanmu akan menyimak cara membacamu. Makin baik, kesan yang baikpun pasti akan kamu dapatkan. Begitu pula sebaliknya, makin jelek, makin jelek pula kesan para peserta lainnya.

Membaca perangkat upacara, seperti UUD 1945, Doa, dan Susunan Upacara, harus dilakukan dengan nyaring. Perhatikan pula pada saat apa kamu harus jeda, memberi tekanan, dan intonasi yang tepat.
Ada baiknya, sebelum bertugas, kamu sudah berlatih membacanya di rumah dengan memberi tanda-tanda. Tanda (I) untuk jeda pengganti tanda koma, tanda (II) untuk hentian pertama, sedangkan tanda (#) untuk perhentian terakhir. Intonasi naik ditandai dengan (/) dan intonasi turun ditandai dengan (\). Selain itu perhatikan pula tanda (panah ke atas) untuk tekanan lembut dan tanda (panah ke bawah) untuk tekanan keras.

Selain jeda, tekanan, dan intonasi, hendaknya juga memperhatikan hal-hal berikut.
1. Kekuatan suara.
2. Tempo.
3. Volume.

Membaca lndah Puisi

Membaca lndah Puisi--
Membaca puisi pada hakikatnya hampir sama dengan berdeklamasi. Dalam berdeklamasi kita harus menghafal puisi tersebut. Pembacaan.puisi (poetry reading) dikatakan berhasil jika pendengarnya dapat ikut larut dalam puisi yang dibacakan. Untuk itu, kita harus memahami dan menghayati betul puisi yang akan dibacakan.

Membaca puisi dilakukan dengan nyaring disertai gerak dan mimik yang sesuai. Dalam membaca puisi, kamu diharapkan dapat mengekspresikan perasaan atau pesan penyair dalam puisinya. Hal yang pertama kali dilakukan sebelum membaca puisi adalah memberi tanda jeda atau tanda perhentian saat membaca.
Tanda (I) untuk jeda pengganti tanda koma, tanda (II) untuk hentian pertama, sedangkan tanda (#) untuk perhentian terakhir. Intonasi naik ditandai dengan (/) dan intonasi turun ditandai dengan (\). Selain itu perhatikan pula tanda (panah ke atas) untuk tekanan lembut dan tanda (panah ke bawah) untuk tekanan keras.

Selain jeda, tekanan, dan intonasi, hendaknya juga memperhatikan hal-hal berikut.
1. Kekuatan suara.
2. Ekspresi wajah atau mimik.
3. Gerak tubuh, kinesik, atau gestur.
4. Tempo.
5. Volume.

Dalam membaca puisi, hal yang terpenting adalah memahami puisi secara utuh.

Sunday, 8 September 2013

Menentukan Pokok-pokok Berita "Kecelakaan/ Tabrakan Dul, Putra Ahmad Dhani"

Menentukan Pokok-pokok Berita "Kecelakaan/ Tabrakan Dul, Putra Ahmad Dhani"--
Dalam menyimak berita kita harus memahami isi berita dengan memerhatikan pokok-pokok beritanya. Pokok-pokok berita itu dapat kita tentukan dengan berpedoman pada unsur 5W1H, what, where, when, who, why, how. Dalam bahasa Indonesia: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana (disingkat Adik Simba). Kita menentukan apa yang diberitakan, di mana peristiwa itu terjadi, kapan terjadi, siapa saja yang terlibat, mengapa terjadi, dan bagaimana peristiwanya. Simak contoh berita berikut:

TEMPO.CO, Jakarta - Tabrakan beruntun terjadi di Kilometer 8, tol Jagorawi, Jakarta Timur, arah Cibubur, Ahad 8 September 2013 sekitar pukul 00.45 WIB dinihari.
Diduga kehilangan kendali, AQJ alias Dul yang mengendarai mobil Mitsubishi Lancer Evolution X hitam menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan.
Nahas, mobil Dul menyeruduk Daihatsu Gran Max silver yang ditumpangi 13 orang dan Toyota Avanza hitam berpenumpang dua orang. Akibat kecelakaan itu, empat orang tewas di tempat dan dua orang meninggal ketika dilarikan ke Rumah Sakit Melia Cibubur. Sembilan lainnya luka berat, termasuk Dul.

Ahmad Dhani bersedia bertanggung jawab atas kasus kecelakaan yang melibatkan anak bungsunya itu. Tanggung jawab yang dimaksud Dhani adalah proses hukum, baik perdata maupun pidana. "Kalau ada proses hukum, saya jalani," kata Dhani kepada wartawan seusai mengunjungi lima korban kecelakaan yang dirawat di Rumah Sakit Meilia, Cibubur, Depok.

Pokok-pokok berita tersebut adalah:
APA
Tabrakan beruntun antara mobil Mitsubishi Lancer, Gran Max, dan Toyota Avanza.

DI MANA
Tabrakan terjadi di Km.8 Tol Jagorawi.

KAPAN
Tabrakan terjadi pada hari Ahad, 8 September 2013 sekitar pukul 00.45 WIB dinihari.

SIAPA
Mobil Mitsubishi Lancer bernomor polisi B-80S-AL dikendarai oleh Dul, anak bungsu Ahmad Dhani menewaskan enam orang dan menyebabkan sembilan orang luka berat.

MENGAPA
Tabrakan terjadi diduga karena Dul kehilangan kendali.

BAGAIMANA
Mobil Mitsubishi Lancer Evolution X hitam yang dikendarai Dul menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan lalu menyeruduk Daihatsu Gran Max silver yang ditumpangi 13 orang dan Toyota Avanza hitam berpenumpang dua orang. Empat orang tewas di tempat dan dua orang meninggal ketika dilarikan ke Rumah Sakit Melia Cibubur. Sembilan lainnya luka berat, termasuk Dul. Ahmad Dhani bersedia bertanggung jawab atas kasus kecelakaan yang melibatkan anak bungsunya itu.

Sumber berita:
http://www.tempo.co/read/news/2013/09/08/064511335/Dul-Putra-Ahmad-Dani-Korban-Kecelakaan
http://www.tempo.co/read/news/2013/09/10/064511920/Sebelum-Kecelakaan-Dul-Sempat-Dinner-Bareng-Pacar

Monday, 2 September 2013

Contoh Gaya Penulisan Buku Harian

Buku harian berisi pengalaman seseorang yang paling berkesan yang dituangkan dengan kalimat yang ekspresif. Biasanya dalam pengungkapannya penulis menggunakan kata ganti orang pertama (saya, aku). Gaya penulisan buku harian bisa bermacam-macam. Ada yang model catatan singkat, berbentuk cerita (lebih panjang), ada juga yang berbentuk puisi.

Berikut beberapa contoh gaya penulisan buku harian.

Sabtu, 20 Desember 2008, tepatnya pukul 08.30. Namaku diumumkan sebagai peringkat pertama di kelas. Wow ... akhirnya, impianku terwujud. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doaku.

Kamis, 14 desember 2010
HUT-ku yang ke-14. Ada pesta sederhana di rumah. Teman yang diundang semuanya hadir mengucapkan selamat kepadaku.

Dear diary. Hari ini saya senang sekali karena nilai bahasa Indonesia saya cukup memuaskan. Tapi, saya tidak terpaku sampai di sini, justru ini adalah motivasi saya untuk lebih siap saat ujian nasional nanti. Kalau dipikir-pikir ngeri juga ya dengar kata ujian nasional, tapi mau gimana lagi, itu sudah kewajiban siswa kelas tiga, seperti saya ini.

Hai Diary, saya mau bercerita kepadamu. Pada hari libur saya berkunjung ke rumah Saputro Andi. Dia teman sekelasku dan biasa di panggil Andi. Sesampainya di rumah tersebut, saya bertemu dengan seorang bapak. Kemudian saya bertanya kepadanya, “Pak, Andi ada ?”. “Ada, saya sendiri" jawabnya. Saya malu, rupanya Andi adalah nama Ayahnya.

Friday, 23 August 2013

Penggunaan Kata Penghubung (Konjungsi)

Penggunaan Kata Penghubung (Konjungsi)--
Dalam pengelompokan kata selain kata benda, kata kerja, dan kata sifat ada
juga jenis kata penghubung. Kata penghubung berfungsi menghubungkan,
baik antarkata maupun antarkalimat.

a. Penggunaan lalu, kemudian, akhirnya
1) 'lalu' dan 'kemudian' memiliki makna yang sama, dipakai untuk merangkaikan antarkalimat dan intrakalimat.
Contoh:
- Setelah berputar-putar, ia lalu menghilang.
- Ia tersenyum kemudian berlalu dari tempat itu.

2) akhirnya dipakai untuk menyimpulkan dan mengakhiri kalimat atau informasi dalam paragraf atau teks.
Contoh: Akhirnya, semua yang ia cita-citakan selama ini, tercapailah sudah.

b. Penggunaan dan,'tetapi, sudah, jika
1) dan dipakai untuk merangkaikan dua kata atau dua kalimat
Contoh:
- Kursi dan meja
- Ayah dan lbu
- Ayah berada di Jakarta dan selalu dalam keadaan sehat
2) tetapi dipakai untuk menyatakan pertentangan/perbedaan
Contoh: Bukan baju itu, tetapi baju ini yang kuingin..
3) Sudah dipakai untuk merangkaikan sesuatu yang sudah terjadi
Contoh: Apabila sudah selesai ujian maka berdoalah agar lulus. '
4) Jika dipakai untuk menyatakan pengandaian/syarat.
Contoh: Jika Ayahmu sudah datang nanti, kami akan berkunjung ke rumahmu.

c. Penggunaan kata penghubung meskipun, supaya, karena, atau, bahkan.
1) Meskipun dipakai untuk memberikan ketegasan.
Contoh: Ia berangkat juga, meskipun hari akan hujan.
2) Supaya dipakai untuk memberikan motivas.
Contoh: Minumlah obat itu, supaya sembuh.
3) Karena dipakai untuk memberikan alasan
Contoh: Kepalanya menunduk karena malu dilihat orang lain.
4) atau dipakai untuk mengganti kata yang sepadan.
Contoh: Aku atau dia saja.
5) Bahkan dipakai untuk memberikan dukungan.
Contoh: Ia senang dengan gagasan itu bahkan mendukungnya.

Popular Posts