Blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Monday, 28 January 2013

Cara Menentukan Informasi yang Bertentangan dan Perbedaan Penyajian Berita

Cara Menentukan Informasi yang Bertentangan dan Perbedaan Penyajian Berita--
Informasi memberitahukan peristiwa atau sesuatu yang dilaporkan. Dalam informasi tersebut, terdapat pernyataan yang bertentangan.

A. Cara Menentukan Informasi yang Bertentangan
Informasi bertentangan karena ada informasi yang berkebalikan. Jika informasi menyebutkan kelebihan, ada informasi lain yang menyebutkan kelemahan. Untuk memudahkan menentukan informasi yang bertentangan, carilah kata penghubung yang menyatakan makna hubungan'pertentangan'.

B. Cara Mencari Perbedaan Penyajian
Penyajian berita setiap surat kabar berbeda. Perbedaan tersebut dapat diketahui dengan mengajukan pertanyaan 5W + 1H. Selain itu, pertanyaan yang dapat diajukan yaitu berapa. Setiap kalimat merupakan jawaban atas satu pertanyaan.

Isi dan Bagian Suatu Teks Bacaan

Isi dan Bagian Suatu Teks Bacaan--
Bacalah paragraf berikut!
1) Salah satu bagian sepeda motor yang penting adalah ban. 2) Biasanya para pengendara kurang memperhatikan hal itu. 3) Mereka kurang memperhatikan bahwa kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara juga ditentukan oleh kondisi ban. 4) Oleh sebab itu, para pengendara perlu memperhatikan kondisi ban secara berkala.
Kalimat utama paragraf tersebut terdapat pada nomor. . . .
A. 1)
B. 2)
C. 3)
D. 4)
Jawaban: A

Teks merupakan wacana tertulis/bacaan yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran. Teks/ bacaan terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf adalah seperangkat kalimat yang berkaitan satu-sama lain dan membentuk satu kesatuan untuk mengutarakan atau mengemukakan satu gagasan utama atau gagasan pokok. Syarat-syarat sebuah paragraf yaitu koheren (berhubungan), kohesif (padu), dan memiliki satu gagasan utama (pokok).

Setiap paragraf harus memiliki gagasan utama. Gagasan utama, gagasan pokok, atau ide pokok adalah hal yang dibahas atau diungkapkan dalam bacaan. Gagasan utama dalam paragraf berfungsi sebagai pengendali informasi atau inti informasi. Kalimat utama merupakan kalimat yang berisi ide pokok. Kalimat utama dapat ditemukan di awal, akhir, awal dan akhir, atau pada seluruh paragraf.

Isi dalam teks/bacaan dapat diberi kritik berdasarkan informasi yang disajikan. Kritik merupakan tanggapan yang disertai uraian dan pertimbangan baik atau buruk mengenai sesuatu. Kritik yang diberikan dapat berupa tanggapan positif (baik) atau tanggapan negatif (buruk). Kritik harus disertai alasan yang logis.
Ketika memberi tanggapan, pendapat pun sering diungkapkan.

Penggunaan Huruf Kapital (Huruf Besar)

Penggunaan Huruf Kapital (Huruf Besar)--
Cermati penulisan kalimat berikut.
Gubernur Jokowi memimpin apel l) satpol 2) PP di lapangan 3) monas 4).
Kata yang huruf pertamanya harus ditulis dengan huruf kapital ditandai nomor....
A. 1),2), dan 3)
B. 1),2), dan 4)
C. 1),3), dan 4)
D. 2),3), dan 4)

Huruf kapital digunakan untuk:
a. huruf awal kata awal kalimat;
b. huruf awal nama orang;
c. huruf awal nama kota, desa, negara, dan provinsi;
d. huruf awal nama bahasa dan bangsa;
e. huruf awal nama diri gunung, danau, laut, dan sungai;
f. huruf awal judul buku cerita atau puisi;
g. huruf awal ungkapan yang berhubungan dan menggantikan sebutan Tuhan;
h. huruf awal nama hari dan bulan;
i. huruf awal nama jabatan diikuti nama diri, instansi, atau daerah tertentu;
j. huruf awal setiap kata nama negara, dokumen negara, serta dokumen resmi negara;
k. huruf awal pada hal atau benda yang berhubungan dengan budaya suatu daerah.

Jadi, kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi
Gubernur Jokowi memimpin apel Satpol PP di Lapangan Monas.
Jawab: D

Sunday, 16 December 2012

Teori | Menulis Puisi dari Pengalaman Pribadi

Teori | Menulis Puisi dari Pengalaman Pribadi--
Semua orang bisa menulis karya sastra, termasuk kamu. Menulis karya sastra, termasuk puisi, adalah mengelola proses kreatif. Proses kreatif adalah serangkaian langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan suatu karya. Proses kreatif setiap orang berbeda-beda, tergantung pengalaman, pengetahuan, dan daya imajinasi setiap orang.
Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan agar kamu dapat menjadikan menulis puisi
sebagai kegiatan menyenangkan.

1. Jadikan semua hal yang terjadi pada dirimu sebagai hal yang menarik untuk ditulis dalam sebuah sajak. Semua itu adalah ide atau gagasan sebagai modal awalmu untuk menulis puisi. Selain dari pengalamanmu sendiri, hal-hal menarik juga bisa datang dari pengalaman teman, saudara, atau dari hasil membacamu.
2. Jangan pikirkan untuk menggunakan kata yang indah, tetapi pilihlah kata yang mewakili perasaanmu, saat itu. Rima memegang peran penting dalam keindahan bunyi sajak. Akan tetapi, jika kamu tidak menggunakan rima, juga tidak masalah.
3. Jangan pikirkan berapa panjang sajakmu. Sajak modern tidak terikat pada jumlah bait atau baris. Sajakmu bisa saja terdiri dari satu halaman, tetapi
juga bisa hanya dalam dua baris saja.
4. Jangan gunakan kalimat yang bertele-tele, Jadikan semua kalimat dalam sajakmu singkat dan padat, tetapi berisi.

Memberi Tanda Jeda pada Puisi

Memberi Tanda Jeda pada Puisi-- Pada dasarnya, puisi merupakan karya sastra untuk didengarkan. Puisi memiliki bunyi, irama, persajakan, bentuk kata, dan kalimat yang menarik. Oleh karena itu, membaca puisi harus dengan lafal, intonasi, dan nada suara yang tepat. Agar memudahkanmu memberikan intonasi yang tepat, berilah tanda-tanda berikut
pada naskah puisimu.

Tanda jeda untuk menentukan irama
/ : berhenti satu ketukan, untuk menyatakan satuan makna frasa
// : berhenti dua ketukan, untuk menyatakan satuan makna kalimat
/// : berhenti agak lama atau tiga ketukan, untuk menyatakan satuan paragraf.

Tanda intonasi
ᴧ : suara perlahan sekali seperti berbisik
ᴧᴧ : suara perlahan
ᴧᴧᴧ : suara sangat keras seperti berteriak
V : Tekanan kata sangat Pendek
VV : Tekanan kata agak pendek
VVV : Tekan kata agak panjang


Membaca Puisi dan Menanggapi Cara Pembacaan Puisi

Membaca Puisi dan Menanggapi Cara Pembacaan Puisi-- Pada dasarnya, puisi merupakan karya sastra untuk didengarkan. Puisi memiliki bunyi, irama, persajakan, bentuk kata, dan kalimat yang menarik. Oleh karena itu, membaca puisi harus dengan lafal, intonasi, dan nada suara yang tepat.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan saat membaca puisi (termasuk ketika menanggapi cara pembacaan temanmu nanti):
l. Suara (Vokal)
Pembaca puisi hendaknya menyampaikan keindahan puisi dengan suara (vokal) yang baik. Hal-hal yang berkaitan dengan suara (vokal) adalah:
a. Artikulasi
Pembaca puisi hendaknya mampu mengucapkan setiap kata dari puisi tersebut dengan jelas, baik bunyi vokal maupun konsonan.
b.Intonasi
Puisi akan terkesan menarik jika dibacakan dengan memperhatikan variasi lagu kalimat yang dibawakan secara wajar.

2. Kinesik
Kinesik adalah ilmu yang mempelajari isyarat yang menggunakan berbagai bagian tubuh. Yang termasuk kinesik adalah ekpresi dan gesture (gerak tubuh).
a. Ekspresi
Disebut juga mimik (raut muka) adalah pandangan air muka yang memperlihatkan perasaan seseorang. Mimik harus muncul dengan sendirinya sesuai dengan jiwa puisi.
b. Gesture(gerakan tubuh)
Termasuk di dalamnya adalah sikap tubuh, gerakan jari-jemari, tangan, lengan, pundak, goyangan pinggul, dan gelengan kepala. Gerakan tubuh dapat menghidupkan sebuah puisi yang dibacakan asalkan tidak berlebihan.

Yang perlu diingat, sebelum kamu membacakan sebuah puisi, pahamilah baik-baik isi puisi tersebut. Dengan memahami apa isi puisi itu, kamu akan gampang mengekspresikan diri, baik intonasi maupun kinesik. Jangan sampai, puisi yang bercerita sedih kamu bawakan sambil tertawa-tawa.

Popular Posts