Blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Thursday, 11 August 2011

Penokohan dalam Sinetron PARA PENCARI TUHAN Jilid 5 (Galeri Foto)

Bermain mouse.......
Dalam sebuah cerita, terdapat unsur intrinsik. Yaitu unsur yang membangun/membentuk suatu cerita dari dalam karya itu sendiri. Unsur-unsur tersebut adalah Tema, Latar, Alur, Penokohan, Sudut pandang, dan Amanat (ada juga yang menambahkan dengan Gaya, baik Gaya Bahasa maupun Gaya Bercerita Pengarang).
Kali ini kita membahas Penokohan.

Penokohan berdasarkan perannya, terbagi atas:
1.Tokoh Sentral (Tokoh Utama yang selalu muncul/ada)
2.Tokoh Utama (Tokoh yang menemani tokoh sentral)
3.Tokoh Pembantu (Tokoh yang kadang-kadang saja munculnya)

Penokohan berdasarkan wataknya, terbagi atas:
1.Tokoh Protagonis (Tokoh yang berwatak baik). Tokoh ini disenangi penonton.
2.Tokoh Antagonis (Tokoh yang berwatak jahat). Tokoh ini dibenci penonton.
3.Tokoh Tritagonis (Tokoh yang netral, tak dapat ditentukan/berubah-ubah wataknya). Tokoh ini dibenci sekaligus disenangi.

Sekarang, coba kalian pertajam pemahaman dengan mencoba menjawab soal-soal berikut.
Caranya, arahkan mouse terlebih dahulu ke foto yang menurut kalian bukan jawaban yang benar. Jika memang bukan, maka foto tersebut akan menghilang saat mouse dijauhkan (Tokoh yang tepat sesuai dengan soal, fotonya akan tetap menyala saat mouse dijauhkan).

Oke, selamat bersenang-senang.....^_^


1.Yang merupakan tokoh Sentral adalah ....

TAG FOTO KAMUBang Jek

TAG FOTO KAMUUdin

TAG FOTO KAMUUstadz Feri

TAG FOTO KAMUPak RW

TAG FOTO KAMUBu RW

TAG FOTO KAMUPak Jalal

TAG FOTO KAMUKalila

TAG FOTO KAMUAzzam

TAG FOTO KAMUAya

TAG FOTO KAMUAsrul

TAG FOTO KAMUJuki

TAG FOTO KAMUBarong

TAG FOTO KAMUChelsea

TAG FOTO KAMUPak Hakim

TAG FOTO KAMUPak RT

TAG FOTO KAMUBaha



2.Yang merupakan tokoh utama adalah ....

TAG FOTO KAMUBang Jek

TAG FOTO KAMUUdin

TAG FOTO KAMUPak RW

TAG FOTO KAMURobin

TAG FOTO KAMUPak Jalal

TAG FOTO KAMUKalila

TAG FOTO KAMUIbu Azzam

TAG FOTO KAMUAzzam

TAG FOTO KAMUAya

TAG FOTO KAMUAsrul

TAG FOTO KAMUJuki

TAG FOTO KAMUBarong

TAG FOTO KAMUChelsea

TAG FOTO KAMUPak Hakim

TAG FOTO KAMUPak RT

TAG FOTO KAMUBaha



3.Yang merupakan tokoh pembantu adalah ....

TAG FOTO KAMUUdin

TAG FOTO KAMUUstadz Feri

TAG FOTO KAMUPak RW

TAG FOTO KAMURobin

TAG FOTO KAMUBu RW

TAG FOTO KAMUPak Jalal

TAG FOTO KAMUIbu Azzam

TAG FOTO KAMUKalila

TAG FOTO KAMUAzzam

TAG FOTO KAMUAya

TAG FOTO KAMUAsrul

TAG FOTO KAMUJuki

TAG FOTO KAMUBarong

TAG FOTO KAMUPak Hakim

TAG FOTO KAMUPak RT

TAG FOTO KAMUBaha



4.Yang merupakan tokoh protagonis adalah ....

TAG FOTO KAMUBang Jek

TAG FOTO KAMUUdin

TAG FOTO KAMUUstadz Feri

TAG FOTO KAMUPak RW

TAG FOTO KAMURobin

TAG FOTO KAMUBu RW

TAG FOTO KAMUPak Jalal

TAG FOTO KAMUKalila

TAG FOTO KAMUIbu Azzam

TAG FOTO KAMUAzzam

TAG FOTO KAMUAya

TAG FOTO KAMUAsrul

TAG FOTO KAMUJuki

TAG FOTO KAMUPak Hakim

TAG FOTO KAMUPak RT

TAG FOTO KAMUBaha



5.Yang merupakan tokoh antagonis adalah ....

TAG FOTO KAMUUdin

TAG FOTO KAMUUstadz Feri

TAG FOTO KAMUPak RW

TAG FOTO KAMURobin

TAG FOTO KAMUBu RW

TAG FOTO KAMUPak Jalal

TAG FOTO KAMUIbu Azzam

TAG FOTO KAMUKalila

TAG FOTO KAMUAzzam

TAG FOTO KAMUAsrul

TAG FOTO KAMUJuki

TAG FOTO KAMUBarong

TAG FOTO KAMUChelsea

TAG FOTO KAMUPak Hakim

TAG FOTO KAMUPak RT

TAG FOTO KAMUBaha


6.Yang merupakan tokoh tritagonis adalah ....

TAG FOTO KAMUUdin

TAG FOTO KAMUUstadz Feri

TAG FOTO KAMUPak RW

TAG FOTO KAMURobin

TAG FOTO KAMUBu RW

TAG FOTO KAMUPak Jalal

TAG FOTO KAMUIbu Azzam

TAG FOTO KAMUKalila

TAG FOTO KAMUAya

TAG FOTO KAMUAsrul

TAG FOTO KAMUJuki

TAG FOTO KAMUBarong

TAG FOTO KAMUChelsea

TAG FOTO KAMUPak Hakim

TAG FOTO KAMUPak RT

TAG FOTO KAMUBaha

Sumber foto: Google

Wednesday, 10 August 2011

SOAL | Menentukan Amanat dalam Kutipan Novel Asli Indonesia

Halaman Depan
Indikator Soal : Disajikan sebuah kutipan novel, siswa dapat menentukan amanatnya.
Sudah tahu kan apa itu amanat? Amanat adalah merupakan salah satu unsur intrinsik yang merupakan pesan pengarang kepada pembaca. Jangan salah, definisi apa itu amanat tidak ada dalam soal. Pahami betul indikator soal, dan model soalnya adalah sebagai berikut:

SOAL 1:
Yulia meloncat turun dari dalam angkot. O ... o ...! Tinggal delapan menit lagi untuk bisa tiba dengan selamat di kelas. Tak ada waktu untuk berlambat-lambat. Yulia bergegas menyeberang jalan dan berlari terbirit-birit menuju pintu gerbang sekolah. Sebenarnya, kalaupun terlambat, Yulia masih bisa masuk. Paling-paling hanya mendapat tugas tambahan. Tetapi bagi Yulia, terbayang-bayang wajah ayah ibunya hingga membuatnya enggan bermalas-malas. Bagaimana mungkin ia tega bersantai-santai, sementara kedua orang tuanya sibuk membanting tulang?
Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah selalu . . . .
a. berhati-hati bila menyeberang jalan.
b. mempertimbangkan ntung ruginya.
c. berjalan cepat dan tidak boleh bersantai-santai.
d. ingat jerih-payah dan pengorbanan orangtua.

Soal 2:
“Kamu kenapa, Du?” tanya nenek dengan sedih. “Maafkan Badu, Nek, tadi Badu makan mangga yang kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut,” kata Badu sambil terisak. “Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya.”
Amanat penggalan cerpen di atas adalah . . . .
a. jangan melawan kepada orangtua
b. kita harus menuruti nasihat orangtua
c. janganlah makan mangga yang masih kecil
d. janganlah memetik mangga sembarangan

Soal 3:
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Yulia meloncat turun dari dalam angkot. O... O...! Tinggal delapan menit lagi untuk tiba dengan selamat di kelas. Tak ada waktu untuk berlambat-lambat. Yulia bergegas menyeberang jalan dan berlari terbirit-birit menuju pintu gerbang sekolahnya. Sebenarnya, kalaupun terlambat, Yulia masih bisa masuk. Paling-paling hanya mendapat tugas tambahan. Tetapi bagi Yulia itu sudah merupakan aib. Di mata Yulia terbayang-bayang wajah ayah ibunya hingga membuatnya enggan bermalas-malasan. Bagaimana mungkin ia tega bersantai-santai sementara kedua orangtuanya sibuk membanting tulang?
Amanat dalam kutipan cerpen tersebut adalah . . . .
a. berhati-hatilah bila menyeberang jalan raya
b. berjalanlah dengan cepat dan jangan bersantai-santai
c. pertimbangkan untung dan ruginya
d. ingatlah jerih payah dan pengorbanan orangtua

Soal 4:
Kalau kupikir-pikir bapak memang sedikit berbeda dengan para tetangga yang umumnya petani. Bapak hobi membaca, mungkin bapak adalah petani dengan jumlah buku terbanya di desa kami. Beberapa buku tersebut berbahasa asing. Tapi anehnya rasa penasaranku tak kunjung sirna. kenapa bapak itu tidak menjadi pegawai? Kali ini bapak tertawa, ” Sekolah itu bukan mendidik siswa menjadi pegawai, kalau semua menjadi pegawai lantas siapa yang harus menjadi petani? Justru karena bapak seorang petani dan ibu di rumah, kami mudah membimbingmu.”
Pesan yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah..................
a.kita harus bersyukur memiliki orang tua petani
b.pendidikan merupakan gerbang menuju sukses
c.hargailah jasa petani di samping pegawai
d.menjadi petani bukan halangan meraih sukses

Soal 5:
Gulungan ombak yang datang dari tengah lautan, setelah sampai di tepi pantai bergulung kembali di tengah lautan. Takjubnya aku tak dapat dielakkan karena permainan ombak itu merupakan suatu permainan masa. Bukankah begitu perjalanan zaman tersebut?
Pesan penggalan novel tersebut adalah…
a. Gulungan ombak datang dari tengah lautan.
b. Kehidupan itu setiap saat harus berubah sesuai zamannya.
c. Ombak bergulung-gulung ke tengah lautan dielakkan.
d. Takjubnya aku tidak dapat dielakkan oleh ombak.

Soal 6:
Perkataan itu terdengar oleh sekalian isi kantor. Semua pesuruh berdiri dari bangku kedudukannya, memandang Kosim tenang-tenang. Warna muka orang muda itumerah padam, matanya bersinar-sinar. Bukan main marahnya karena ia dihinakan. Ia pun berkata dengan gagap, “Saya bu…bukan bujang, juragan.”
“Aku kepalamu, tuanmu, tahu? Kepadaku engkau minta izin jika hendak ke mana-mana dari kantor ini.”
“Keras kepala, bin… engkau! Ini manteri kabupaten, Manteri Surya, mengerti? Awas…”
Kosim gemetar, kedua bibirnya bertaut dan matanya terbelalak berapi-api. Ia melangkah menuju meja manteri dan membulatkan tinjunya.
Seketika itu juga tangannya dipegang oleh Suminta cepat-cepat lalu ia ditariknya keluar.
“Sudah Juragan Kosim,” katanya perlahan-lahan. Pergilah, ah…mana gelas itu Juragan Manteri? Saya cuci, saya beli kopi sekali?”
Surya terdiam diri, dagunya gemelutuk karena berang. Sejurus antaranya ia pun memegang pena seakan-akan hendak bekerja. Akan tetapi, tak dapat, hatinya masih berang.
Amanat kutipan novel tersebut adalah…
a. Sewajarnya bawahan menentang perintah atasannya.
b. Tidak seharusnya atasan menyuruh bawahan.
c. Jadilah pemuda yang berani menentang orang tua.
d. Jadilah orang yang bijaksana.

Selamat belajar......

Thursday, 7 July 2011

Puisi | SURAT KECIL UNTUK TUHAN | In Memoriam : Gita Sesa Wanda Cantika

Download OST Surat Kecil untuk Tuhan (SKUT) - Rename


Sebuah kanker ganas menyerang pada bagian wajah sebelah kiri seorang gadis remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika. Umurnya masih 13 tahun saat dokter mengatakan kepada ayahnya bahwa putrinya hanya dapat bertahan selama 5 hari bila tidak melakukan operasi segera. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari bertahan hingga 3 tahun lamanya. Dokter menyerah terhadap kankernya, di nafasnya yg terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun:

SURAT KECIL UNTUK TUHAN


Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan didunia ini


Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku terjadi pada orang lain


Tuhan . . .
Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-Mu


Tuhan . . .
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu


Tuhan . . .
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya


Tuhan . . .
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya


Tuhan . . .
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bias memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku


Tuhan . . .
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku


Tuhan . . .
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali . . .


Ke dunia yang Kau berikan padaku

In memoriam,
Gita Sesa Wanda Cantika (19 Juni 1991 - 25 Desember 2006)

Arsip terkait SKUT :
@Galeri Foto Tokoh Asli dan Pemain Film SKUT
@OST SKUT by Esa Sigit
@OST SKUT by ReName Band
@Thriller Film SKUT
@Galeri Foto KEKE
@Cuplikan Novel Kisah Nyata Keke
@Preview Film SKUT


Popular Posts