Blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Saturday, 29 October 2011

Tentang SASTRA

Sastra adalah ekspresi perasaan dan pemikiran manusia melalui bahasa.

Genre (Jenis-jenis) Sastra: 
  1. Sastra Imajinatif, yaitu sastra yang berupaya menyempurnakan realitas kehidupan walaupun sebenarnya fakta atau realitas kehidupan sehari-hari tidak begitu penting dalam sastra imajinatif. Contoh: puisi, fiksi atau prosa naratif, dan drama. 
  2. Sastra Non-imajinatif, yaitu sastra yang unsur faktualnya lebih menonjol daripada imajinasinya dan cenderung denotatif dan kalaupun muncul konotatif, kekonotatifan tersebut amat bergantung pada gaya penulisan yang dimiliki pengarang. Contoh: esai, kritik, biografi, autobiografi, memoar, catatan harian, dan surat-surat. 
Sastra memiliki tiga identitas: 
  1. Fiksi 
  2. Bernilai Seni 
  3. Bahasa yang khas 
Karya sastra dianggap bernilai atau berbobot karena: 
  1. Konsisten dengan kebenaran 
  2. Konsisten dengan Kejujuran 
  3. Konsisten dengan Keindahan 
Karya sastra yang baik memenuhi tiga norma: 
  1. Norma estetika 
  2. Norma Sastra 
  3. Norma Moral 
(Lebih lanjut tentang ketiga norma ini, baca di Norma dalam Karya Sastra)


Friday, 28 October 2011

Menulis Itu Gampang Asal Tidak Patah Semangat

          Selain banyak membaca, pengalaman hidup juga penting dan bisa dijadikan bahan karangan. Contohnya Ian Flemming (pengarang novel James Bond), Sidney Sheldon (pengarang Kincir Angin Para Dewa), Agatha Cristie (pengarang Midnight on The Orient Express). Mengarang cerita fiksi atau nonfiksi, kedengarannya susah-susah gampang. Apalagi jika membaca proses pengarang-pengarang top hingga terkenal di seantero dunia. Betapa hebatnya mereka!

         J.K. Rowling, pengarang novel laris Harry Potter, sebelum memulai mengarang, biasa menulis catatan yang terlintas di benaknya pada kertas kecil yang selalu dibawanya. Bahkan, novel Harry Potter ditulisnya di sebuah kafe sambil menghangatkan diri.

Dikutip sebagian dari Fantasi No.491, Mei 2003

EFEK PENGGUNAAN UNSUR BUNYI (RIMA) DALAM PUISI

          Dalam puisi, bunyi merupakan unsur puisi yang mengandung efek keindahan dan tenaga untuk mengekspresikan gagasan. Bunyi selain mengandung unsur-unsur musik, seperti nada, irama, tempo, dan jeda, juga mempunyai tugas yang lebih penting lagi, yakni menimbulkan efek rasa, bayangan, memperdalam makna, dan menimbulkan efek khusus. Pola-pola pengulangan bunyi dalam puisi disebut dengan rima.

          Rima dibedakan menjadi dua. Yakni rima asonansi (pengulangan bunyi vokal) dan rima aliterasi (pengulangan bunyi konsonan).

          Pengulangan bunyi yang menimbulkan efek merdu dan berirama disebut efoni. Contoh bunyi vokal a, i, u, e, o dan sengau m, n, ng, ny. Bunyi ini cocok untuk menimbulkan kesan keindahan, kemesraan, kegembiraan, kerinduan.

          Pengulangan bunyi yang menimbulkan efek tidak merdu dan terkesan parau disebut kakofoni. Contohnya k, p, t, s, b, d, m. Bunyi ini cocok untuk menimbulkan kesan kekuatan, tekanan, kekacauan, kehancuran.

          Di samping rima di atas, ada juga jenis rima berdasarkan bunyi yang terletak di akhir larik/baris, yaitu rima rata/sama, rima berpeluk, rima kembar, dan rima silang/berselang (Tentang ini silakan kamu baca lagi di arsip JENIS RIMA BERDASARKAN BUNYI DI AKHIR LARIK).

Sumber foto: Google



Thursday, 27 October 2011

Analisis Tema dalam Puisi Doa (Amir Hamzah)


        Tema merupakan gagasan pokok yang diungkapkan dan berfungsi sebagai landasan utama penyair dalam puisinya. Tema itulah yang menjadi kerangka pengembangan sebuah puisi. Jika landasan awalnya tentang ketuhanan, keseluruhan struktur puisi itu tidak lepas dari ungkapan-ungkapan eksistensi Tuhan. Demikian pula halnya jika yang dominan adalah dorongan cinta dan kasih sayang, ungkapan-ungkapan asmaralah yang akan lahir dalam puisi itu.

Perhatikan puisi berikut ini:
Doa
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita,
kekasihku?        
        Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama
        meningkat naik, setelah menghalaukan panas
        payah terik
Angin malam menghembus lemah, menyejuk badan, melambung
rasa menayang pikir, membawa angan ke bawah kursimu.
        Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
        memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malam
menyirak kelopak
        Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu,        
        penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar          
        mataku sendu, biar berbinar gelakku rayu!


        Kedalaman rasa ketuhanan nampak dalam pemilihan kata, ungkapan, lambang, dan kiasan-kiasan yang digunakan penyair. Unsur-unsur tersebut menunjukkan betapa erat hubungan antara penyair dan Tuhan.
        Puisi itu juga menunjukkan keinginan penyair agar Tuhan mengisi seluruh kalbunya. Tentang besarnya cinta, kerinduan, dan kepasrahan sang penyair akan Tuhannya, dapat kita rasakan secara nyata dalam puisi tersebut.

Wednesday, 26 October 2011

SOAL | Menentukan Perbedaan Penyajian Berita

SOAL | Menentukan Perbedaan Penyajian Berita---
Indikator Soal : Disajikan dua kutipan berita, siswa dapat menentukan perbedaan penyajian kutipan tersebut

SOAL 1:
Cermati kutipan teks berita berikut!
Teks Berita 1
Kasat Lalu Lintas Polres Bogor mengimbau kepada pengendara dari Jabodetabek yang hendak berkunjung ke Puncak agar berangkat sebelum pukul 13.00 menjelang tahun baru. Hal ini berkaitan dengan rencana penutupan jalur menuju Puncak sejak pukul 13.00. Imbauan ini, sebelumnya sudah disosialisasikan ke sejumlah hotel, penginapan, dan warga setempat.

Teks Berita 2
menghindari kemacetan di jalur wisata Puncak, Polisi sudah menyediakan jalur alternatif. Kasat Lalu Lintas Polres Bogor mengharapkan para Pelancong dengan tujuan Puncak Cisarua agar mengusahakan tiba di tujuan sebelum pukul 13.00 WIB. Ini berkaitan dengan rencana pemberlakuan arus lalu lintas satu jalur.

Perbedaan penyajian kedua teks berita tersebut adalah ...
A. teks I diawali dengan siapa, teks II diawali mengapa.
B. teks I diawali dengan apa, teks II diawali bagaimana.
C. teks I diawali dengan mengapa, teks II diawali bagaimana.
D. teks I diawali dengan apa, teks II diawali mengapa.


KUNCI JAWABAN : A
PEMBAHASAN :
Teks 1 diawali dengan pokok berita siapa (Kapolres), sedangkan berita II diawali dengan pokok berita mengapa (guna menghidari...)

SOAL 2:
Teks 1
Lima penumpang tewas dan 210 luka-luka dalam kecelakaan Kereta Api Ekonomi Bengawan jurusan Solo – Tanah Abang. Peristiwa naas itu terjadi Selasa (16/1) pukul 00.06. Akibatnya, perjalanan kereta lintas selatan terganggu.
Teks 2
Terjadi kecelakaan Kereta Api Ekonomi Bengawan jurusan Solo – Tanah Abang di Dusun Gununglurah, Rancamaya, Banyumas. Peristiwa itu menelan korban 5 penumpang tewas dan lebih 100 orang luka-luka. Peristiwa naas itu terjadi Selasa (16/1) dini hari.
Perbedaan penyajian kedua teks berita di atas adalah . . . .
a. Teks 1: berapa – bagaimana – kapan, Teks 2: apa – kapan – berapa
b. Teks 1: berapa – apa – bagaimana, Teks 2: apa – di mana – kapan
c. Teks 1: apa – berapa – kapan, Teks 2: bagaimana – kapan – berapa
d. Teks 1: berapa – kapan – bagaimana, Teks 2: apa – berapa – kapan

Soal 3:
Cermati kutipan teks berita berikut!
Teks 1
Banjir kembali melanda Pantura Jawa Timur. Hal itu disebabkan meluapnya Bengawan Solo akibat tanggul di desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Tuban, jebol. Peristiwa itu juga merenggut dua korban jiwa. Itulah yang disampaikan Camat Widang, Dwijono.

Teks 2
Minggu dini hari tanggul di desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Tuban, jebol. Akibat peristiwa itu dua orang meninggal dan pantura Jawa Timur banjir. Sejauh ini telah diusahakan penanggulannya, tetapi belum berhasil. Pihak kepolisian setempat mengimbau agar pengguna jalan pantura berhati-hati.
Perbedaan penyajian kedua teks berita tersebut adalah ....

A. Teks 1: apa, bagaimana, mengapa, siapa ; Teks 2: apa, kapan bagaimana, siapa
B. Teks 1: di mana, mengapa, bagaimana, siapa ; Teks 2: apa, bagaimana, kapan, siapa
C. Teks 1: di mana, mengapa, siapa, bagaimana ; Teks 2: kapan, bagaimana, apa, siapa
D. Teks 1: apa, mengapa, bagaimana, siapa ; Teks 2:kapan, apa, bagaimana, siapa

Kunci Jawaban : D

Pembahasan :
Unsur-unsur berita biasanya berpola 5 W + 1 H: what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Bukan berarti bahwa penulisan berita harus mengikuti urutan unsur-unsur tersebut. Dalam penyajiannya , seorang penulis berita dapat memvariasikannya. Bahkan kadang-kadang unsur-unsur tersebut tidak lengkap dalam sebuah berita.
Teks berita I: (apa) Banjir kembali melanda Pantura Jawa Timur. (mengapa)Hal itu disebabkan meluapnya Bengawan Solo akibat tanggul di desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Tuban, jebol. (bagaimana) Peristiwa itu juga merenggut dua korban jiwa. (siapa) Itulah yang disampaikan Camat Widang, Dwijono.

Teks berita 2: (kapan) Minggu dini hari (apa) tanggul di desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Tuban, jebol. (bagaimana) Akibat peristiwa itu dua orang meninggal dan pantura Jawa Timur banjir. Sejauh ini telah diusahakan penanggulannya, tetapi belum berhasil. (siapa) Pihak kepolisian setempat mengimbau agar pengguna jalan pantura berhati-hati.

Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman Pribadi

        Di kelas (kelas IX), kalian akan bertemu materi ini nanti. Tapi, eit... jangan ngacir dulu. Menulis cerpen itu mengasyikkan. Sebagai penulisnya, kamu bisa menjadi tokoh dalam cerpenmu itu. Kamu bisa jadi siapa saja yang kamu mau. Misalnya, jadi seorang tokoh yang tergabung dalam sebuah boyband atau girlband layaknya Sm*sh ataupun Cherrybelle, lalu terjadi satu peristiwa yang terserah kamu mau buat seperti apa. Mengasyikkan bukan?
Saya juga punya lumayan banyak cerpen yang saya buat waktu masih jadi pelajar dulu. Sempat diketik dan dijadikan buku lalu difotokopi (diperbanyak) oleh teman-teman saya waktu di bangku SMA dulu. Nanti akan saya kutipkan satu atau beberapa di antaranya.
Oleh karena itu, simaklah dahulu penjelasan ini.......
     
        Cerpen (cerita pendek) adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Cerpen merupakan penggalan peristiwa hidup seseorang baik yang mengharukan, meyedihkan, menggembirakan, maupun pertikaian, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.

        Jalan cerita sebuah cerpen memang pendek. Akan tetapi, bukan berarti bahwa semua cerita pendek itu dinamakan cerpen. Misalnya fabel, dongeng, anekdot, dan cerita-cerita rakyat merupakan contoh cerita pendek, tetapi tidak bisa disebut cerpen.

        Dalam menulis cerpen hendaknya diperhatikan alur, tokoh, latar, dan tema. Alur dalam cerpen tidak terlalu rumit dan mengandung arti sebagai rentetan cerita yang didasari sebab-akibat. Tokohnya yang dimunculkan hanya beberapa orang saja. Latar (tempat dan waktu) dilukiskan terbatas dan hanya sebentar. Temanya hanya mengungkap hal yang sederhana.

Ciri-ciri cerpen:

  • Ceritanya fiktif/ rekaan. Walaupun begitu,  isi ceritanya logis dengan kehidupan sebenarnya.
  • Tema cerita berfokus pada satu aspek cerita, yang menimbulkan efek dan kesan tunggal.
  • Mengungkapkan masalah yang terbatas pada hal-hal yang penting saja.
  • Menyajikan peristiwa yang cermat dan jelas.


      Berikut contoh cerpen yang pernah saya buat semasa duduk di SMA (24 Oktober 1993). Saat SMA, saya sekolah jauh dari tempat tinggal sehingga harus nge-kost. Berikut kisahnya:

Kisah Serantang Kolak
        Ketika aku tersadar dari mimpi, hari sudah siang. Dengan agak malas, aku bangkit dari pembaringan. Kemudian meninggalkan kamar setelah membereskan peraduan dan mengambil handuk.
        Suasana kost pagi ini amat lengang. Lumrah kok. Hari minggu begini, biasanya anak-anak masih pada ngorok di ranjangnya. Maklum, semalam begadang, nonton parabola di rumah sebelah.
Gitulah keadaan anak kost. Kadang-kadang memang kompak. Minggu pagi kemarin, kami kompak lari pagi rame-rame. Yah, sekadar refreshing gitulah selain raga menjadi bugar. Apalagi tujuan kami adalah pantai. Wah, senang deh hati ini. Di pantai kita bisa mandi sepuasnya. Atau, kalau ada sobat yang bawa kamera, wow peristiwa itu bisa diabadikan. Apalagi ada doi di samping, wah wah wah, lupa dong ama ulangan udah dekat. Tapi, pagi ini anak-anak tidak ada yang morning run. Kali ini memang nggak kompak. Ada teman yang ngajak, namun berhubung banyak yang lagi kena penyakit ogah, ya terpaksa nggak ada yang running to the beach.

Baca lanjutannya di SINI......

Popular Posts