Blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Tuesday, 9 October 2012

Menulis Karya Tulis Ilmiah Berupa Makalah

Menulis Karya Tulis Ilmiah Berupa Makalah--
Hasil penelitian dapat ditulis ke dalam karya ilmiah. Melalui karya ilmiah tersebut, peneliti dapat menyampaikan berbagai informasi bermanfaat seputar penelitiannya kepada pembaca. Dalam menulis karya ilmiah, ada hal-hal yang dapat dijadikan sebagai acuan. Dalam pelajaran ini, kita akan berlatih mendaftar informasi-informasi yang perlu ditulis, menentukan gagasan yang akan dikembangkan menjadi karya tulis ilmiah, menyusun kerangka karya tulis ilmiah, mengembangkan kerangka menjadi karya tulis ilmiah dengan dilengkapi daftar pustaka, dan menyunting karya tulis ilmiah.

Karya tulis ilmiah merupakan salah satu jenis karya tulis yang berisi berbagai informasi. Informasi tersebut merupakan hasil pengamatan dan penelitian. Contoh -contoh karya tulis ilmiah yang dapat kita temukan, antara lain makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Dalam pelajaran ini, kita akan berlatih untuk menulis makalah.

Karya tulis ilmiah berupa makalah yang akan kita tulis memiliki karakteristik. Karakteristik tersebut harus kita pahami terlebih dahulu sebelum Anda memulai menulis. Karakteristiknya adalah sebagai berikut.
1. Merupakan hasil kajian literatur atau laporan pengamatan dan penelitian.
2. Menampilkan sejauh mana pemahaman penulis terhadap permasalahan yang dibahas.
3. Menampilkan kemampuan meramu berbagai sumber informasi ke dalam sebuah karya tulis yang utuh.

Dalam makalah, hal-hal yang harus kita lengkapi adalah:
1. Judul
2. Pendahuluan
3. Permasalahan
4. Pembahasan
5. Penutup (Berupa Simpulan dan saran)
6. Daftar Pustaka

Sebagai contoh, kita akan menulis sebuah makalah tentang pengelolaan mata air bagi kesejahteraan masyarakat. Kita harus mendata pokok-pokok penting yang akan kita tuliskan ke dalam makalah. Pokok-pokok penting itulah yang akan menjadi acuan kita saat menulis kerangka karangan.

Bermain Peran dengan Improvisasi atau Naskah Drama yang Ditulis Siswa

Bermain Peran dengan Improvisasi atau Naskah Drama yang Ditulis Siswa--
Dalam kegiatan mengekspresikan sebuah naskah drama ke dalam sebuah pertunjukan, ada hal-hal yang harus kita pelajari terlebih dahulu. Sebelum pentas, kita juga perlu latihan terlebih dahulu. Kegiatan latihan dalam pementasan drama merupakan wadah untuk mematangkan berbagai aspek pendukung pementasan. Jika kita diberi tugas sebagai seorang aktor dalam drama, manfaatkanlah waktu latihan untuk menghayati watak tokoh yang akan diperankan. Dengan demikian, kita akan dapat memerankan tokoh tersebut dengan baik.

Sebelumnya, untuk melatih penghayatan diperlukan latihan olah sukma. Untuk melatih gerak-gerik dan mimik, kita perlu melakukan latihan olah tubuh, sedangkan untuk melatih intonasi kita memerlukan latihan olah vokal.
Latihan-latihan tersebut sangat penting dilakukan agar saat pementasan berlangsung, tubuh aktor akan siap secara keseluruhan.
Dengan demikian, penonton tidak akan merasa jenuh.

Sebelum memerankan tokoh dalam sebuah drama, kita harus menghayati terlebih dahulu peran tersebut. Dengan demikian, kita akan bermain dengan sangat baik. Setelah kita memahami dan menghayati peran dalam drama, kita perlu melatih gerak-gerik (gestur), mimik (ekspresi wajah), dan intonasi dalam pelafalan dialog. Hal ini bertujuan agar penonton dapat menangkap pesan atau maksud yang hendak disampaikan oleh pemain.

1. Gerak-Gerik (Gestur)
Seorang pemain drama perlu mengontrol tubuhnya sendiri agar sesuai dengan peran yang akan diperankannya. Misalnya, saat kita berperan sebagai seorang guru yang berwibawa tentunya berbeda gestur saat kita berperan sebagai seorang kakek renta. Contoh lainnya adalah saat kita berperan sebagai seorang siswa yang baik dan pintar, tentunya berbeda dengan gestur siswa badung yang pemalas.
Untuk dapat menguasai gestur tokoh-tokoh tertentu dengan baik, kita perlu melakukan latihan olah tubuh. Di samping itu, kita pun perlu melakukan observasi atau pengamatan terhadap figur tokoh yang akan kita perankan. Misalnya, saat kita ditugasi
berperan sebagai seorang guru, kita dapat melakukan pengamatan terhadap guru kita.

2. Mimik atau Ekspresi
Latihan mengolah mimik pun merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Penonton dapat mengetahui suasana hati tokoh yang diperankan melalui mimik yang diperlihatkan oleh pemain. Contohnya, saat pemain berperan sebagai seseorang yang sedang bersedih, tidak
mungkin dia menunjukkan mimik atau ekspresi bahagia.

Agar mimik Anda dapat terlatih dengan baik, kita dapat melakukan kegiatan senam wajah setiap hari. Caranya, yaitu menggerak-gerakkan seluruh otot wajah kita hingga terasa pegal. Hal ini dapat membantu kita melenturkan otot-otot wajah kita sehingga mudah dibentuk untuk menampilkan ekspresi-ekspresi tertentu.

3. Intonasi
Intonasi dalam pelafalan dialog drama sangat diperlukan. Intonasi yang baik akan membuat penonton tidak jenuh dan permainan lebih hidup. Pengolahan intonasi dapat dilakukan dengan cara:
a. menaik-turunkan volume suara;
b. merendah-tinggikan frekuensi nada bicara;
c. mengatur tempo pengucapan;
d. mengatur dan menolah warna serta tekstur suara.

Saat mengekspresikan dialog drama, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, yakni:
1. Memahami dialog drama dengan saksama.
2. Berkonsentrasi pada karakter atau watak yang telah kita dapatkan.
3. Mengontrol emosi.
4. Konsisten pada karakter yang telah kita pelajari.

Dalam ilmu seni peran, kegiatan-kegiatan tersebut terangkum dalam latihan olah sukma. Latihan olah sukma ialah salah satu bentuk latihan dasar yang bertujuan untuk memasukkan karakter tokoh tertentu ke dalam diri pemain. Dengan demikian, saat sedang memerankan suatu tokoh, pemain atau aktor tersebut benar-benar telah melepaskan karakter asli dalam dirinya selama pementasan berlangsung.

Adapun tahapan-tahapan latihan olah sukma adalah:
1. Konsentrasi, yakni pemusatan pikiran dalam mempelajari sebuah karakter.
Seorang aktor harus dapat berkonsentrasi penuh seakan mengubah keseluruhan dirinya menjadi peran tersebut.
2. Imajinasi, yakni kemampuan mengembangkan daya khayal.
Hal ini sangat diperlukan dalam pendalaman sebuah peran untuk menghidupkan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Misalnya, membayangkan panggung sebagai sebuah taman yang dikelilingi pepohonan rindang. Latihan pengembangan imajinasi dapat dilakukan dengan cara:
a. Membayangkan benda yang tidak ada dan tidak dapat disentuh menjadi seolah-olah ada dan dapat disentuh.
b. Membayangkan sosok orang yang tidak ada menjadi seolah-olah ada dan dapat berinteraksi.
c. Membayangkan kejadian yang belum pernah ada dan dialami. Misalnya, membayangkan rasa sedih saat kehilangan seseorang yang kita sayangi.
3. Ingatan emosi, yakni meningkatkan kepekaan terhadap emosiemosi alamiah yang mungkin terjadi.
Caranya adalah dengan mengingat emosi-emosi dasar seperti tertawa, menangis, dan marah. Kemudian, mengombinasikan emosi, yakni tertawa, tiba-tiba marah, lalu menangis.
4. Relaksasi, yakni meringankan ketegangan pada tubuh akibat lelah saat latihan.
5. Observasi, yakni meninjau secara langsung karakter tokoh yang akan diperankan. Misalnya, mengamati kehidupan orang gila saat aktor akan bermain drama sebagai orang gila.

Menentukan Nilai-nilai dalam Cerpen "Sandal Jepit Merah" Karya S.Rais

Menentukan Nilai-nilai dalam Cerpen "Sandal Jepit Merah" Karya S.Rais--
Selain dapat dijadikan sebagai salah satu media hiburan, kegiatan membaca cerpen pun dapat memberikan pelajaran berharga bagi kita. Hal tersebut dapat kita petik melalui nilai-nilai yang disampaikan oleh pengarang.
Dalam sebuah karya sastra, pengarang seringkali mengekspresikan
berbagai fenomena kehidupan. Melalui karya sastra, pengarang dapat mengemukakan pandangan-pandangannya tentang suatu hal dan menyampaikan berbagai nilai kehidupan, seperti nilai moral, nilai budaya, dan nilai sosial.

Berikut nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen "Sandal Jepit Merah" Karya S.Rais:

1. Nilai Moral
Dalam cerpen tersebut dikisahkan tentang seorang perempuan tua yang memiliki masa lalu yang sangat menyedihkan. Awalnya, perempuan itu hidup bahagia. Akan tetapi, setelah kematian anak semata wayangnya, hidupnya berubah menjadi sebuah kesedihan yang berkepanjangan. Akan tetapi, perempuan itu tidak pernah putus asa. Dia terus berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Bahkan, perempuan tersebut tetap tegar dengan pendiriannya saat dirinya hampir terjerumus ke dalam lembah hitam. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut.

"Berkali-kali majikannya, seorang bandar narkoba, menawarinya untuk bekerja sebagai pengedar barang haram tersebut sekaligus sebagai wanita tuna susila. Tetapi, ia bersikeras walau sebagai pembantu gajinya sangat kecil. Ia tidak tertarik sedikit pun pada penghasilan yang lumayan besar seperti yang didapat oleh perempuan-perempuan cantik yang sering berkumpul di rumah majikannya itu.
Lama-lama ia tidak tahan juga, apalagi setelah sang majikan memaksanya untuk mengikuti keinginannya, yaitu menjadikannya seorang wanita tunasusila. Ia bertahan pada pendiriannya dan pergi meninggalkan istana penuh dosa itu."


Dari kutipan tersebut, ada sebuah nilai moral yang hendak disampaikan oleh pengarang. Pengarang hendak mengemukakan bahwa meskipun kita didera kesulitan hidup, kita tidak boleh terjebak oleh nafsu dunia. Kita harus berpegang teguh pada pendirian kita dan pada ajaran agama.

2. Nilai Budaya
Nilai budaya merupakan nilai-nilai yang bertolak dari perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Nilai budaya tersebut dapat mencakup berbagai masalah, di antaranya kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir, dan bersikap.
Dalam cerpen "Sandal Jepit Merah" tersebut, masyarakat yang digambarkan adalah sekelompok orang yang tinggal di kawasan pinggiran kota. Mereka tergolong ke dalam strata sosial menengah ke bawah. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut ini.

"Dengan berbekal keterampilan di bidang bangunan, Mamat mampu membiayai hidupnya dan menyewa sepetak kamar di pinggiran kota. Kebahagiaannya makin lengkap setelah dari rahimnya lahir seorang anak sehat walaupun saat itu usianya baru enam belas."

3. Nilai Sosial
Dalam cerpen tersebut terdapat beberapa nilai sosial yang dikemukakan oleh pengarang. Di antaranya adalah mengenai sulitnya menjalani kehidupan sebagai seseorang yang miskin. Hal tersebut dapat diamati dalam kutipan berikut.

"Baginya tak ada jalan lain. Hidup tanpa ijazah pendidikan formal bagai mendaki gunung tanpa kaki."

Dalam cerpen ini, juga ditampilkan gambaran sosial kehidupan perkotaan yang suram. Dalam cerpen tersebut diceritakan mengenai kehidupan tokoh utama yang menyambung hidup di tengah-tengah kezaliman. Ia terpaksa menjadi seorang pembantu rumah tangga di sebuah tempat jual beli narkoba dan tempat lokalisasi wanita tunasusila. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut.

"Bertahun-tahun, ia hidup dalam dunia hitam yang dikutukinya dalam hati. Baginya tak ada jalan lain. Hidup tanpa ijazah pendidikan formal bagai mendaki gunung tanpa kaki. Mungkin keajaiban Tuhan pulalah yang telah menghantarkannya pada pekerjaannya saat ini. Berkali-kali majikannya, seorang bandar narkoba, menawarinya untuk bekerja sebagai pengedar barang haram tersebut sekaligus sebagai wanita tunasusila."

Monday, 8 October 2012

Mengapa Suatu Kalimat Disebut Efektif dan Tidak Efektif?

Mengapa Suatu Kalimat Disebut Efektif dan Tidak Efektif?--
Kalimat efektif adalah kalimat yang dengan sadar/ sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik.

Perhatikan contoh berikut!
(1) Kepada siswa-siswi yang belum membayar uang sekolah diharap mendaftarkan diri pada tata usaha.
(2) Kepada para peserta tes diharap tenang.
(3) Untuk kegiatan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.
(4) Kegiatan itu diikuti para peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMA.

Kalimat (1), (2), (3), (4) tidak efektif karena tidak menyampaikan pesan yang jelas, subjek kalimat tidak ada, atau keterangan tambahan yang kurang tepat.

Kalimat di atas seharusnya:
- Diharap siswa-siswi yang belum membayar uang sekolah segera membayar pada tata usaha.
- Para peserta tes harap tenang.
- Kegiatan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.
- Para peserta yang semuanya siswa-siswi SMA mengikuti kegiatan itu.

Keefektifan kalimat didukung oleh:
1. kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis;
2. keparalelan (paralelisme) bentuk bahasa yang dipakai untuk tujuan efektivitas tertentu;
3. ketegasan dalam merumuskan pikiran utama;
4. kehematan dalam pilihan kata; dan
5. kevariasian dalam penggunaan kalimat.

Teori | Berwawancara dengan Narasumber

Teori | Berwawancara dengan Narasumber--
Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara.

Tujuan wawancara adalah mendapatkan informasi untuk sebuah penelitian, penyusunan berita, atau penyusunan laporan. Informasi itu didapat setelah sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan dan dijawab oleh orang yang diwawancarai (narasumber).

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menyusun daftar pertanyaan:
-Pertanyaanmu harus sesuai dengan topik, jangan bertanya hal yang tidak sesuai dengan topik.
-Setiap pertanyaan cukup memuat satu pokok masalah. Jika dalam satu pertanyaan kamu menanyakan dua hal, narasumber akan bingung menjawabnya.
-Jangan membuat kalimat pertanyaan yang berbelit-belit. Ungkapkan pertanyaan langsung ke pokok masalah.
-Gunakan kata sapaan yang tepat dan sesuai dengan usia narasumber.
-Saat bertanya, jangan terpaku hanya pada kalimat dalam daftar pertanyaanmu saja. Usahakan membuat kalimat tersebut menjadi kalimat lisan yang tidak kaku, terutama jika kamu melakukan wawancara langsung.

Setelah kamu melakukan wawancara, tulislah hasil wawancara tersebut dengan susunan kalimat yang berbentuk tanya jawab pula.

Berikut contoh laporan hasil wawancara:
Sebagian orang mungkin belum mengenal sosok Eru di industri layar lebar, namun bagi para pecinta musik Korea atau K-Pop, cowok bernama asli Jo Sung-Hyun ini telah dikenal sebagai penyanyi solo sekaligus penulis lagu yang sukses melalui berbagai hitsnya seperti Black Glasses dan White Snow. Sukses di dunia tarik suara, ternyata Eru tidak menutup diri untuk mulai terjun ke dunia akting.

Sejak menjalani debutnya sebagai seorang penyanyi pada tahun 2005, Eru sudah merilis beberapa album dan turut berpartisipasi dalam membuat lagu tema drama salah satunya adalah KBS Baker King Kim Tak Goo. Kepopuleran dan pengakuan sebagai penyanyi pun sudah ia terima baik selama karirnya di industri musik Korea.

Kini, lewat film produksi Falcon Pictures yang berjudul Hello Goodbye, Eru akhirnya resmi menjalani debutnya di dunia layar lebar bersama Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto. Meskipun perannya tidak terlalu banyak di film tersebut, namun Eru sudah merasa tertarik untuk bisa eksis di dunia seni peran dan melebarkan sayap karirnya hingga ke Indonesia.

Apa pertimbangan Eru saat pertama kali menerima tawaran film? dan apa saja yang membuat Eru berkesan selama proses syuting Hello Goodbye bersama pemain film Indonesia? Berikut adalah wawancara eksklusif 21cineplex bersama Eru di kantor Falcon Pictures di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Halo Eru apa kabar, bisa ceritakan nggak awalnya kamu bisa terlibat di film Hello Goodbye?
"Sebenarnya management saya punya jaringan marketing internasional yang sifatnya membuka peluang untuk bisa melebarkan sayap karir saya di luar Korea. Tawaran untuk terlibat di film ini juga berawal dari situ yaitu dari pihak Falcon."

Ketika kamu mendapat tawaran tersebut, apakah kamu langsung terima atau melakukan pertimbangan khusus?
"Iya pada awalnya saya langsung dikasih skenario dari Falcon dan saya bilang 'apa ini?'. Setelah saya baca ternyata ceritanya sangat menarik dan saya memutuskan untuk terlibat di film ini walaupun saya bukan sebagai pemeran utamanya."

Kamu kan dikenal sebagai penyanyi, kenapa sekarang memutuskan untuk menjadi seorang aktor?
"Di Korea banyak musisi yang juga terlibat di dunia akting. Saya memang punya impian itu sejak lama dan ini adalah kesempatan saya. Yang ada di otak saya saat itu adalah, tawaran ini merupakan kesempatan besar dan saya tidak ingin melewatkannya begitu saja."

Ini adalah debut kamu di layar lebar, apakah kamu melakukan persiapan khusus untuk belajar akting?
"Di film ini saya banyak mendapat arahan dari Atiqah dalam berakting. Atiqah telah banyak memberi saya masukan sekaligus melatih saya dengan sangat baik. Hal itu terbukti, Atiqah tidak pernah terluka saat harus beradegan dengan saya."

Apakah kamu mengalami kesulitan dalam berakting di Hello Goodbye?
"Jujur saya nggak punya kesulitan yang berarti di film ini. Pada awalnya saya kira komunikasi menjadi kendala utama di film ini. Tapi justru saya sampai nggak percaya karena banyak orang di Indonesia bisa bahasa Korea. Saya sangat menikmati proses film ini dan tidak ada kesulitan berarti kecuali pada saat itu cuacanya sedang sangat dingin sekali. Kebetulan Hello Goodbye melakukan syuting di Korea saat musim dingin."

Apa ekspektasi kamu terhadap film Hello Goodbye?
"Saya hanya merasa sedikit khawatir dengan masa depan film ini. Ketika teman-teman saya melihat film ini, mereka pasti akan bertanya 'di bagian mana kamu ada di film ini'. Saya sudah persiapkan jawabannya sih, kalau saya ke Indonesia lebih banyak untuk urusan promo musik."

Sebelum terlibat di film ini, apakah sebelumnya kamu pernah menonton layar lebar produksi Indonesia?
"Saya nggak ingat judulnya, tapi saya sempat menonton film Indonesia. Saya punya banyak teman di Korea yang berprofesi sebagai sutradara, mereka mengaku telah banyak terinspirasi dari film Indonesia di karya-karyanya. Warna di setiap film Indonesia sangatlah khas, teman saya yang berprofesi sebagai sutradara mengatakan itu. Mereka mengadaptasi warna dan nuansa dari film Indonesia, saya jujur mengatakan ini dan bukan mencoba untuk ngegombal."

Setelah Hello Goodbye, apakah kedepannya kamu mulai tertarik untuk menekuni dunia akting?
"Kenapa tidak. Siapapun mereka yang nantinya menawari saya proyek film, saya akan terima dengan senang hati terutama dari Indonesia. Mudah-mudahan Indonesia bisa memnaggil saya lagi untuk membuat film baru."

Beberapa hari yang lalu kamu juga telah membuat videoklip dari single Black Glasses untuk soundtrack Hello Goodbye. Di lagu tersebut kamu berduet dengan Atiqah, apakah duet ini untuk jangka panjang?
"Iya itu tergantung ya. Semua bergantung kepada masyarakat Indonesia apakah mereka bisa menikmati musik saya."

Apakah kamu mau merintis karir sebagai aktor di Indonesia?
"Tentu, semoga saja. Kemarin saya sempat makan malam bersama sutradara Hello Goodbye Titien Wattimena, dan bercerita kalau dirinya sedang menulis naskah film baru. Langsung saja saya bilang ke Titien, kalau saya minta dilibatkan lagi. Tapi semua itu tergantung dia sih, hehehe."

Setelah beberapa hari kamu menetap di Indonesia, bagaimana kesan-kesannya terhadap Jakarta?
"Indonesia adalah negara yang bagus, dia punya hutan yang bagus dan saya suka makanannya. Semuanya saya suka kecuali macetnya aja."

Apakah kamu sudah menonton film Hello Goodbye, bagaimana menurut kamu?
"Iya saya sudah menonto preview awalnya tapi itu belum 100% selesai. Falcon Pictures masih harus melakukan beberapa tahapan lagi untuk mengemasnya biar terlihat lebih sempurna. Saya suka warna yang ditampilkan dalam film ini, tapi yang terpenting adalah saya suka akting saya. Itu yang utama, hahaha."

Terakhir, apa harapan kamu terhadap film Hello Goodbye?
"Saya harap Hello Goodbye bisa menjadi film terpopuler 2012 di Asia Tenggara. Selain itu saya berharap Atiqah bisa rilis album solo di Indonesia karena dia punya kualitas suara yang bagus selain berakting."

Sumber wawancara: http://www.21cineplex.com/exclusive/impian-eru-terwujud-di-film-hello-goodbye,147.htm
Foto: thejakartapost.com

Thursday, 6 September 2012

Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru

Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru--
Sastra Indonesia terbagi atas tiga bentuk, prosa, puisi, dan drama. Puisi, terbagi atas dua yaitu puisi lama dan puisi baru. Mengapa disebut lama dan baru? Bukan tentang dibuat masa lalu atau masa sekarang. Namun istilah itu muncul untuk membedakan puisi yang terikat aturan dan puisi yang tidak terikat aturan. Biasanya, puisi lama terikat aturan dan puisi baru terikat aturan. Masih ada ciri-ciri yang lain. Silakan baca di sini.
Pantun dan syair termasuk puisi lama dan puisi yang dibuat oleh Chairil Anwar, Sutardji, Amir Hamzah, dan lain-lainnya termasuk puisi baru.

Berikut contohnya.

Puisi Lama (berupa pantun):
Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara

Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata

Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari

Puisi Baru:
AKU
Karya: Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu

Aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku akan meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa lari
berlari hingga hilang pedih peri
dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Arsip ini sekaligus menjawab pertanyaan di kolom komentar di arsip Ciri-ciri Puisi Lama dan Puisi Baru

Popular Posts