Blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Thursday, 5 June 2014

Ciri-ciri Teks Cerita Fabel, Biografi, Prosedur, Diskusi, dan Ulasan

Ciri-ciri Teks Cerita Fabel, Biografi, Prosedur, Diskusi, dan Ulasan
Ciri-ciri Teks Cerita Fabel, Biografi, Prosedur, Diskusi, dan Ulasan-- Tahun pelajaran baru 2014/2014 nanti, Kurikulum 2013 diberlakukan serentak. Saya bagikan sedikit pemahaman saya untuk rekan guru maupun siswa tentang materi Kelas VIII yaitu bagaimana membedakan teks Cerita Fabel, Biografi, Prosedur, Diskusi, dan Ulasan.

Ciri-ciri Teks Cerita Fabel:
1. Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Komplikasi, Resolusi, dan Koda.
2. Memuat informasi berdasarkan khayalan (walau sumbernya mungkin dari kisah nyata).
3. Merupakan teks fiksi.
4. Menggunakan tokoh hewan dalam penceritaannya dengan sifat yang berlawanan.
5. Alur ceritanya pendek/ singkat.
6. Disebut juga dengan istilah teks cerita moral.
Keterangan: Koda berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut.

Ciri-ciri Teks Biografi:
1. Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Peristiwa/ Masalah, dan Reorientasi.
2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual) dalam bentuk narasi.
3. Faktualnya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut diteladani.

Ciri-ciri Teks Prosedur:
1. Strukturnya terdiri atas: Tujuan dan Langkah-langkah.
2. Memuat informasi tentang cara membuat, menggunakan, atau memakai sesuatu.

Ciri-ciri Teks Diskusi:
1. Strukturnya terdiri atas: Isu, Argumen Mendukung, Argumen Menentang, dan Simpulan/ Saran.
2. Memuat informasi yang bersifat informatif-argumentatif
3. Ciri kebahasaannya menggunakan kata hubung perlawanan (tetapi, sedangkan, dan sebagainya.

Ciri-ciri Teks Ulasan:
1. Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Tafsiran, Evaluasi, dan Rangkuman.
2. Memuat informasi berdasarkan pandangan/ opini penulis terhadap suatu karya/ produk.
3. Opininya berdasarkan fakta yang diinterpretasikan.
4. Dikenal dengan istilah lain yaitu resensi.

Ciri-ciri Teks Cerita Fabel, Biografi, Prosedur, Diskusi, dan Ulasan
.

Wednesday, 23 April 2014

Ringkasan Materi Pelajaran dan Berita Pendidikan

Ringkasan Materi Pelajaran dan Berita Pendidikan-- Selamat datang. Kamu berada di pintu gerbang blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu, blog tempat belajar Bahasa Indonesia melalui jari-jari kamu. Di blog ini, kalian dapat mempelajari ringkasan materi pelajaran B.Indonesia yang admin beri judul sesuai dengan Kompetensi Dasar. Silakan pilih dan klik judul-judul di bawah ini: Ohya, selain menu pelajaran, kamu juga bisa kunjungi Kliping untuk membaca beberapa hal lain (yang terjadi) di 'luar sana'.
Ringkasan:
Kutipan Berita Pendidikan:

Blog PELAJARAN B.INDONESIA DI JARI KAMU: Edukatif, Menghibur, dan Trendy

Blog PELAJARAN B.INDONESIA DI JARI KAMU: Edukatif, Menghibur, dan Trendy--
Selamat datang. Kamu berada di pintu gerbang blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu, blog tempat belajar Bahasa Indonesia melalui jari-jari kamu. Internet adalah media yang sangat dekat dalam diri siswa abad ini. Kemajuan internet (teknologi informasi dan komunikasi) dewasa ini sangat berpengaruh besar dalam sendi-sendi kehidupan (para siswa). Kemajuan teknologi tak dapat dibendung namun kemampuan memanfaatkannya untuk hal yang positif, dalam hal ini memperluas wawasan ilmu pengetahuan, adalah sebuah keniscayaan. Melalui blog ini, siswa bisa terus mempelajari materi pelajaran sesuai kemauannya, kapanpun, dan di manapun; tanpa batas ruang dan waktu.
MATERI PELAJARAN (SK/KD):
Ringkasan Materi Pelajaran:
Tata Bahasa:
KISI-KISI SOAL:
SKL (KISI-KISI SOAL UJIAN NASIONAL):
Contoh Soal SMP:
Contoh Soal SMA:

Monday, 17 February 2014

Sinopsis Novel, Film, dan Sinetron

Sinopsis Novel, Film, dan Sinetron--
Selamat datang. Kamu berada di blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu, blog tempat belajar Bahasa Indonesia melalui jari-jari kamu.
Internet adalah media yang sangat dekat dalam diri siswa abad ini. Kemajuan internet (teknologi informasi dan komunikasi) dewasa ini sangat berpengaruh besar dalam sendi-sendi kehidupan (para siswa). Kemajuan teknologi tak dapat dibendung namun kemampuan memanfaatkannya untuk hal yang positif, dalam hal ini memperluas wawasan ilmu pengetahuan, adalah sebuah keniscayaan. Melalui blog ini, siswa bisa terus mempelajari materi pelajaran sesuai kemauannya, kapanpun, dan di manapun; tanpa batas ruang dan waktu.
Blog PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI JARI KAMU, blog Edukasi, Menghibur, dan Trendy.


Sinopsis Novel (15 Update Terbaru):

Sinopsis Film/ Sinetron (15 Update Terbaru):

Friday, 7 February 2014

Mengapa Karya Sastra Klasik Tidak Sama dengan Karya Sastra Modern?

Mengapa Karya Sastra Klasik Tidak Sama dengan Karya Sastra Modern?-- Setiap periode atau angkatan dalam kesastraan termasuk Indonesia mempunyai ciri-ciri yang membedakan satu sama lain. Mengapa harus ada perbedaan? Tentu, hal ini disebabkan oleh berkembangnya zaman sehingga mengubah pola pikir dan latar sosial/ budaya masyarakatnya. Pada gilirannya, mengubah pula karakteristik sastra. Untuk lebioh jelasnya bisa disimak melalui perbedaan ciri sastra klasik dan sastra modern berikut.

Secara umum, sastra klasik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Penyebarannya dilakukan secara lisan (oral), dari mulut ke mulut. 
  2. Pengembangannya statis, perlahan-lahan, serta terbatas kepada kelompok-kelompok tertentu. 
  3. Pengarang umumnya tidak diketahui (anonim). 
  4. Berkembang dalam banyak versi akibat cara penyebarannya yang disampaikan secara lisan. 
  5. Ditandai ungkapan-ungkapan klise (formulazired). Misalnya, menggambarkan kecantikan seorang putri dengan ungkapan seperti bulan empat belas, menggambarkan kemarahan seorang tokoh dengan ungkapan seperti ulat berbelit-belit. 
  6. Berfungsi kolektif yaitu sebagai media pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan terpendam. 
  7. Bersifat prologis, yakni mempunyai lokasi tersendiri yang tidak sesuai dengan logika umum. 
  8. Merupakan milik bersama dari kolektif tertentu.

Secara umum, sastra modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Penyebarannya dilakukan baik secara lisan maupun tertulis.
  2. Pengembangannya dinamis, cepat, serta tak terbatas kepada kelompok-kelompok tertentu. 
  3. Pengarang umumnya diketahui.
  4. Berkembang dinamis sesuai kemajuan teknologi (media kertas maupun elektronik/ internet)
  5. Ditandai ungkapan-ungkapan baru.
  6. Merupakan milik individu (penulis).
  7. Gaya bahasa bebas
  8. Mengemukakan kehidupan yang absurd atau mustahil

Sastra modern sendiri dibagi lagi menjadi beberapa periode atau kita biasa menyebutnya dengan angkatan, antara lain: Angkatan ‘20 (Angkatan Balai Pustaka), Angkatan ‘30 (Angkatan Pujangga Baru), Angkatan ’45, Angkatan ’66.
.

Popular Posts